Rabu, 04 April 2012

Bab I Bab II dan Bab III





Sistem Identifikasi Di Polres Kerinci Secara Komputerisasi Menggunakan Bahasa Pemrograman Java


BAB I


PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam mendukung salah satu dari 10 (sepuluh) program Kapolri Jenderal Polisi Drs. Timur Pranopo dalam membangun Layanan dan Pengembangkan Sistem Elektronik (LPSE) serta membangun dan mengembangkan sistem informasi terpadu, berangkat dari hal itu peran teknologi komputer telah menjadi kebutuhan utama di era informasi sekarang ini untuk menunjang profesionalisme polisi masa depan.
Reformasi birokrasi di tubuh Polri sejak tahun 2008 mempunyai misi memodernisasi birokrasi Polri dengan optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, oleh sebab itu di dalam mendukung reformesi birokrasi dipandang perlu membangun sistem baru yang lebih efektif dan efisien.
Dikarenakan banyaknya data yang masuk setiap harinya sehingga pengolahan data secara manual tidak efektif maka diperlukan teknologi informasi yang bisa mengelola data dengan baik, sehingga dapat mempermudan dan mempercepat, tetapi perkembangan teknologi yang begitu menakjubkan ini kurang di dukung dan tidak diiringi dengan sumber daya manusia (SDM) yang handal, sehingga teknologi yang ada sekarang ini terkesan tidak digunakan dan tidak sepenuhnya dimamfaatkan untuk kebutuhan pekerjaan pada suatu instasi, salah satunya di Polres Kerinci yang seharusnya sudah bisa di terapkan pada bagian identifikasi Polres Kerinci.
Seiring dengan hal tersebut di atas, kemajuan di bidang teknologi juga semakin pesat, para pekerja di suatu instansi yang membutuhkan teknologi yang dapat mempermudah pekerjaan yang mampu mengolah data secara cepat, tepat dan akurat, baik disegi penyimpanan data laporan dari masyarakat, maupun pengolahan data yang harus di laporkan ke atasan secara cepat, terutama dalam keefesienan dan keakuratan data yang di olah supaya bisa mengungkapkan suatu kasus pidana yang di tanggani.
Polres Kerinci bertempat di Kota Sungai Penuh, yang dalam pengolahan data identifikasinya masih menggunakan paket aplikasi micosoft word, sehingga pekerjaan maupun hasil yang di harapkan belum optimal.
Sesuai dengan realita yang ada pada saat ini, yakni dengan keadaan di masyarakat semakin resah adanya kejahatan yang ditimbulkan dari sang pelaku, maka sistem identifikasi yang dibutuhkan haruslah lebih menakjubkan, dengan menerapkan sistem baru yang lebih cepat, tepat dan akurat.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka kami mencoba merancang sistem baru untuk pengolahan data identifikasi di Polres Kerinci yang bertempat di kota  Sungai Penuh dengan menerapkan pemrograman Java, yang dituangkan dalam bentuk skripsi yang berjudul Sistem Identifikasi di Polres Kerinci Secara Komputerisasi  Menggunakan Bahasa Pemrograman Java”.
1.2  Perumusan Masalah
Untuk lebih mempermudah dan memperlancar jalannya proses pengolahan data di Polres Kerinci bertempat di Kota Sungai Penuh, maka penulis perlu membahas hal-hal sebagai berikut :
1.  Bagaimana peranan komputer dalam proses pengolahan data identifikasi di    Polres Kerinci bertempat di Kota Sungai Penuh.
2.   Bagaimana dampak-dampak yang kemungkinan akan timbul dengan perubahan sistem   identifikasi di Polres Kerinci.
3. Bagaimana pengaruh penerapan sistem baru dalam proses pengolahan data identifikasi di  Polres Kerinci bertempat di Kota Sungai Penuh.
            Dari perumusan masalah-masalah di atas, kami mengharapkan dapat memberikan pedoman dan petunjuk dalam pembuatan sistem baru yang di terapkan melalui skripsi di Polres Kerinci. Sehingga sistem ini benar-benar berguna dan tidak menimbulkan masalah dengan menggantikan sistem identifikasi  di Polres Kerinci yang selama ini dilakukan dengan cara belum begitu efektif.
1.3  Ruang Lingkup Penelitian
Agar penulis terarah dan tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan, serta dapat mencapai keinginan maupun target dari tujuan yang di harapkan, yakni untuk dapat menghasilkan informasi yang bermutu dan memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, maka penulis kami menetapkan batasan penelitian dan pembahasan. Penulis membatasi ruang lingkup pembahasan, yakni hanya terbatas pada sistem identifikasi di Polres Kerinci yang bertempat di Kota Sungai Penuh.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1        Tujuan Penelitian
         Adapun tujuan dari penelitian kami di Polres Kerinci, yang berhubungan dengan Sistem Identifikasi di Polres Kerinci secara komputerisasi, memiliki tujuan-tujuan yang hendak dicapai diantaranya  sebagai berikut :
1.         Untuk menciptakan sistem identifikasi di Polres Kerinci secara komputerisasi yang lebih baik dengan cepat, tepat dan akurat, baik dalam  bekerja maupun hasil  yang di harapkan, guna untuk mengganti sistem yang lama.
2.         Untuk mendukung reformasi biroksasi di tubuh Polri yang menuntut profesionalisme dalam mengidentifikasi pelaku tendak kejahatan secara cepat dan akurat.
3.         Untuk cara melaporkan ke atasan  ataupun  mengidentifikasi pelaku tindak kejahatan  tidak  membutuhkan waktu yang lama dan juga mengurangi tingkat kesalahan.
1.4.2 Manfaat Penelitian
            Manfaat yang didapat dari pembuatan sistem pengolahan data Identifikasi di Polres Kerinci antara lain :
1.   Untuk Mahasiswa, dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan pedoman untuk menciptakan sistem yang lebih baik dan lebih sempurna dimasa yang akan datang.   
2.   Untuk pihak Akademik, diharapkan dapat menjadi pedoman yang handal dengan menggunakan fasilitas Akademik yang lengkap bagi Mahasiswa yang akan melakukan penelitian skripsi.
3.   Untuk Instansi Polres Kerinci,  hasil  dari  penelitian  penulis  kami  diharapkan  dapat Membantu mempermudah pekerjaan dalam melakukan Identifikasi tindak kejahatan di Polres Kerinci.
1.5      Metode Penelitian
            Penelitian ini merupakan penelitian secara survei dengan mengambil objek penelitian di Polres Kerinci. Alasan mengapa mengambil pada objek ini adalah karena cara kerja menerima dan mengolah data identifikasi di Polres Kerinci masih belum memakai bahasa pemrograman komputer.
            Untuk mengatasi suatu permasalahan dan mencapai target yang diinginkan, sehingga kita sangat memerlukan data yang objektif yang dapat di pertanggung jawabkan keabsahannya.
            Adapun cara yang saya lakukan dan gunakan dalam pengambilan ataupun pengumpulan data untuk mencapai tujuan adalah sebagai berikut :
            Dengan menggunakan penelitian langsung ke lapangan (Field Research), karena objek yang akan penulis teliti lasung saya dapatkan dengan cara :
1.   Metode Lapangan (Field Reseach)
            Metode ini disebut dengan metode langsung, karena objek yang akan kami teliti, Langsung kami dapatkan dari Polres Kerinci dengan cara :
a. Pengamatan
      Dengan teknik ini kami mengamati dan mencatat secara cermat dan teliti dalam keadaan yang sebenarnya, dengan cara pengamatan secara langsung proses Pengolahan Data Identifikasi.
b. Wawancara (Inteview)
      Pada teknik ini kami melakukan wawancara langsung dengan pihak terkait, dengan memberikan beberapa pertanyaan sehubungan dengan sistem Pengolahan Data Identifikasi.
2.   Penelitian Kepustakaan (Library Research)
      Kami mengumpulkan data secara otoritas yang bersumberkan dari buku-buku perpustakaan yang ada di AMIK Depati Parbo, dan juga buku-buku atau dokumen-dokumen yang ada di Polres Kerinci yang berhubungan dengan dengan pembahasan skripsi
3.  Penelitian Laboratorium (Laboratory Research)
Penelitian yang dilakukan di Laboratorium Komputer untuk  membuat hasil analisa dan menguji program yang telah dibuat, untuk mengetahui dan mendapatkan hasil komputerisasi yang lebih baik dan sempurna sesuai dengan tujuan penelitian, dan peneliti menggunakan Laboratorium Amik Depati Parbo Kerinci dan juga peneliti menggunakan komputer pribadi peneliti.

1.6      Sistematika Penulisan
            Untuk memberikan gambaran umum mengenai keseluruhan penulisan kami dalam laporan skripsi, agar lebih meperjelaskan ruang lingkup pemasalahan, maka kami menulis bagian utamanya bab-bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
            Dalam bab ini akan di bahas mengenai tentang latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan sitematika penelitian di Polres Kerinci.
BAB II TINJAUAN UMUM
            Dalam bab ini dibahas tentang sejarah ringkas berdirinya Polres Kerinci serta cara kerja yang di gunakan.
BAB III LANDASAN TEORI
            Dalam bab ini penjelasan landasan teori yang berisikan penjelasan singkat tentang komputer, pengertian sistem, karakteristik sistem, konsep dasar informasi, konsep dasar sistem informasi, bagan alir program, aliran sistem informasi, desain sistem, sekilas tentang java yang akan di terapkan di Polres Kerinci.
BAB IV ANALISA DAN HASIL
            Dalam bab ini menerangkan bagaimana cara merancang program yang sesuai dengan permintaan di Polres Kerinci dan kendala kendala apa yang muncul dalam proses perancangan dan pembuatan sistem, perancangan input dan outputnya  hasil pegolahan data dan analisa sistem yang sedang berjalan.
BAB V PENUTUP
            Pada bab ini dimuat kesimpulan-kesimpulan yang didapatkan dan dirangkum didalam bab-bab terdahulu serta sebagai tempat menerima saran dan kritikan dari para pembaca, sehingga semua dampak kekurangan ataupun kesalahan dapat diperbaiki dan semoga bermanfaat bagi kita semua.




 
BAB II
TINJAUAN UMUM

2.1    Sejarah Ringkas Polres Kerinci
            Polres Kerinci merupakan satu-satunya Markas Polisi Resor Kerinci yang terletak di Jalan Depati Parbo Sungai Penuh, dan melihat dari segi butuhnya keamanan dan kenyamanan masyarakat Kerinci dari kriminal ataupun kejahatan yang sering terjadi, maka Pemerintah mendirikan adanya Markas Polisi Resor Kerinci yang berlokasi di Jalan Depati Parbo Sungai Penuh, dikarenakan pada waktu itu sangat di butuhkan keamanan masyarakat untuk melindungi dan mengayomi masyarakat setempat.  
Dalam perkembangan selanjutnya Polres Kerinci semakin berkembang baik dan meningkat dalam kinerja dari masing-masing tugas yang telah ditentukan dan semulanya anggota Polres kerinci pada saat itu masih membutuhkan anggota Polri yang akan ditempatkan di masing-masing bagian yang di anggap masih kurang.

Tabel 2.1
Nama Dan Masa Kepemimpinan Polres Kerinci
Tahun 1971 Sampai Sekarang

NO
PANGKAT
NAMA
PERIODE
1
Kompol
Drs. Mohd. Djamal
1971 – 1972
2
Kompol
Drs. Tombadi Langoe
1972 – 1975
3
Kompol
Drs. Zainal Zainun
1975 – 1979
4
Kompol
Drs. Sri Suhardjo
1979 – 1982
5
Kompol
Drs. Bahrie Dennis
1982 – 1983
6
Kompol
Drs. M. Lanin Admar
1983 – 1984
7
Kompol
Drs. Akbar Darwis
1984 – 1985
8
Kompol
Drs. Syarifudin Ali Amin
1985 – 1986
9
Kompol
Drs. Muilis Amir Hasan
1986 – 1987
10
Kompol
Drs. Yuridis Darwis
1987 – 1989
11
Kompol
Drs. Hasan Basri Sarofi
1989 – 1991
12
Kompol
Drs. Misran Wibowo
1991 – 1993
13
Kompol
Drs. K.Z. Tanjung
1993 – 1994
14
Kompol
Drs. H. m. Sjarofi Arsjad
1994 – 1997
15
Kompol
Drs. Sjahril Zainal
1997 – 1999
16
Kompol
Drs. Sumarsono
1999 – 2000
17
Kompol
Drs. Iwan Gumira
2000 – 2001
18
AKBP
Drs. Edipurwanto
2001 – 2002
19
AKBP
Drs. Dwi Hartono
2002 – 2004
20
AKBP
Drs. Agus Sunardi
2004 – 2005
21
AKBP
Drs. Anjan P.Putra, SH
2005 – 2006
22
AKBP
Drs. M.M Rachman
2006 – 2008
23
AKBP
Drs. Sunarwan Sumirat
2008 – 2009
24
AKBP
Mochammad Rosidi, S.IK
2009 – 2010
25
AKBP
Hastho Raharjo, S.IK, SH
  2010

Sumber : Polres Kerinci
Keterangan Pangkat :
Kompol (Komisaris Polisi)
AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi)
            Pada tahun 2007 Mapolres Kerinci direhap kembali secara keseluruhan  dari bagunan Mapolres Kerinci untuk memperbesar bangunan yang lama menjadi Mapolres yang lengkap.
2.2    Struktur Organisasi Identifikasi Polres Kerinci
            Agar suatu organisasi dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka haruslah melaksanakan pekerjaan dengan seefektif dan seefisien mungkin, dengan cara pembagian tugas sesuai dengan bidang atau keahlian masing-masing. Dan untuk kejelasan dari bidang dan fungsi setiap bagian, maka dituangkan dalam bentuk struktur organisasi, karena struktur organisasi merupakan gambaran yang jelas dan terperinci tentang bagaimana hubungan antara bagian dalam suatu organisasi dan fungsi setiap bagian.
Menurut Wolfram I. Ervianto ( 2003, hal : 21), organisasi adalah bersatunya kegiatan-kegiatan dari dua individu atau lebih di bawah satu koordinasi, dan berfungsi mempertemukannya menjadi satu tujuan. Semakin melibatkan banyak indiviu atau kelompok yang berbeda macam kegiatan atau jenjang kewenangannya, bentuk organisasi akan menjadi semakin kompleks.
Menurut Wolfram I. Ervianto (2003, hal : 23 ), fungsi organisasi yang kompleks adalah mengubah sesuatu (dapat berupa material, informasi, ataupun masyarakat) melalui suatu tatanan terkoordinasi yang maupun memberikan nilai tambah sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisasi mencapai tujuannya dengan baik.
            Adapun struktur oraganisasi identifikasi Polres Kerinci sebagai berikut :

STRUKTUR ORGANISASI IDENTIFIKASI POLRES KERINCI
 



Gambar : 2.1 Struktur Organisasi Sat Reskrim Pusat Identifikasi

Sumber : Polres Kerinci (Kep Kapolri Nomor:KEP/366/VI/2010 Tgl:14-6-2010).

2.3    Tugas dan Wewenang Dari Setiap Anggota / Staf di Identifikasi
               Deskripsi tugas menujukkan posisi dan tanggung jawab, wewenang, fungsi dan tugas seorang personil  dalam suatu organisasi. Deskripsi tugas perlu dibuat agar masing-masing bagian mengerti dan mengetahui kedudukan dalam Instansi.
               Berdasarkan struktur organisasi di atas, masing-masing mempunyai tugas tersendiri. Adapun tugas dan wewenang dari masing-masing bagian adalah berikut:
1.      Kapolres
Kapolres mempunyai tugas untuk memimpin, pengambilan keputusan yang diajukan oleh bawahan, menyusun kebijakan pelaksanaan pada bawahan, tanggung jawab terhadap resiko serta kejadian yang timbul baik menyangkut lingkungan Polres Kerinci maupun sekitar Masyarakat.
2.      Kasat Reskrim
Melanjutkan Perintah dari Kapolres dan langsung memberi tugas anggotanya dari satuan fungsi Reskrim.
3.  Kaur Identifikasi
     Kepala unit Identifikasi berfungsi sebagai Komandan dari Satuan Identifikasi dan mengumpulkan identitas tahanan untuk di buat laporan melalui anggota dan staf Identifikasi.
4.   Baur Daktiloskopi
Baur Daktiloskopi berfungsi dalam bagian Dakti Topol yaitu tim Daktiloskopi Foto Polisi sebagai Bagian Urusan pengambilan Sidik Jari yang terdat pada Tempat Kejadian Pertama (TKP)
5. Baur Topol Baur Topol berfungsi dalam bagian Dakti Topol yaitu tim Daktiloskopi Foto Polisi sebagai pengambilan dokumen fotografi di Tempat Kejadian Pertama (TKP)

6.   Baur Olah TKP Unit I dan Unit II
Baur Olah TKP Unit I dan Unit II berfungsi sebagai tim olah TKP untuk mengamankan barang-barang bukti di tempat kejadian pertama untuk di laporkan ke pimpinan.
7.   Staf Identifikasi
Staf identifikasi berfungsi pada bagian administrasi identifikasi dan pelayanan identifikasi ke masyarakat.



 

BAB III
LANDASAN TEORI

3.1.      Konsep Dasar Sistem
3.1.1.      Pengertian Sistem
Suatu sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu” (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, 2004). “Identifikasi adalah tanda kenal diri, bukti diri, penentuan, atau penetapan identitas seseorang, benda danseterusny” (Harimurti Kridalaksana, 1995).
Pengolahan data artinya memanipulasi data agar menjadi bentuk yang lebih berguna. Hal-hal yang berhubungan dengan data dan pengolahan data merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan bekerja sama, yang antara lain terdiri dari peralatan, tenaga pelaksana, prosedur dan data, sehingga pengolahan ini merupakan suatu sistem pengolahan data.
Pengolahan data tidak hanya melibatkan perhitungan numeris tetapi juga operasi-operasi seperti klasifikasi data dan perpindahan data dari suatu tempat ketempat lain. Secara umum kita mengasumsikan bahwa operasi-operasi tersebut dilaksanakan oleh beberapa mesin atau komputer meskipun beberapa diantaranya dapat juga dilakukan secara manual.






15
 



13
 
Dalam membuat sistem pengolahan data kita harus mempunyai sistematika kerja yang baik dan terstruktur sehingga hasil yang didapatkan akan optimum dengan biaya yang minimum. Untuk melakukan suatu pengolahan data yang sangat besar dengan cara manual akan sulit dilaksanakan, karena cara ini akan membawa biaya yang besar serta waktu yang cukup lama. Pada saat ini telah ada peralatan yang dijalankan dengan cara elektronis untuk melakukan pengolahan data tersebut dikenal dengan nama EDPS (Elektronic Data Processing Sistem).
Dengan demikian definisi ini akan mempunyai peranan yang penting didalam pendekatan untuk mempelajari suatu sistem. Pendekatan sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Komponen-komponen dalam suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri, komponen tersebut saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai.

3.1.2.      Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, 2004). ,yaitu mempunyai komponen-komponen (components), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environtments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (Objectives) atau tujuan (goal).
a.       Komponen Sistem (Components).
Suatu sistem terdiri dari sejumlah  komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
b.      Batas Sistem (Boundary).
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
c.       Lingkungan Luar Sistem (Environtment).
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.
d.      Penghubung Sistem (Interface).
Penghubung  merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya, melalui penghubung ini memungkinkan          sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
e.       Masukan Sistem (Input).
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
f.       Keluaran Sistem (Output).
Adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
g.      Pengolah Sistem (Process).
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
h.      Sasaran Sistem (Objective).
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.


KARAKTERISTIK SUATU SISTEM
Oval: Sub sistem                                                                                                         Interface





                                                                                                          boundary
                                                                                          Boundary


                     Boundary
Lingkungan luar
Gambar 3.2 Karakteristik Suatu Sistem
Sumber : Tata Sutabri, S.Kom.,MM, / 2004

3.1.3.      Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan. (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, 2004), sistem diklasifikasikan, diantaranya adalah sebagai berikut :
a.       Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system).
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia. Sedangkan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akuntansi dan lain sebagainya.
b.      Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system).
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia, misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin. Sistem informasi akuntansi merupakan contoh dari sistem buatan manusia, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
c.       Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system).
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi antara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
d.      Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system).
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar.


3.2    Komputer
Pengertian Komputer
Istilah komputer berasal dari bahasa latin yaitu Computare (Compute atau Rakon) yang artinya menghitung sedangkan pengertian umum yang dipakai yaitu merupakan alat elektronik yang dapat menerima input data dan mengolahnya serta memberikan informasi dengan menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer (stored program) serta dapat menyimpan program beserta hasil pengolahan dan bekerja secara otomatis.
 “Komputerisasi sistem adalah bahwa unjuk kerja manisia di dalam system masih merupakan unsure yang memegang peran penting (50%), sebaliknya unjuk kerja tersebut dikerjakan oleh mesin/computer (50%)” (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, 2004).
 “Sistem komputerisasi adalah unjuk kerja manusia hanya 10%, sehingga manusia hanya berfungsi sebagai supervisor dan selebihnya unjuj kerja tersebut dikerjakan oleh mesin/computer (90%)” (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, 2004).  
Berikut beberapa definisi komputer menurut beberapa ahli komputer :
1.       Menurut Robert H. Blissmer “Komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas : menerima input, memproses input tadi sesuai dengan programnya, menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan, menyediakan output dalam benruk informasi” (Sutarma, S.Kom.,M.Kom, 2009).
2.      Menurut Gordon B. Davis “Komputer adalah tipe khusus alat penghitung yang mempunyai sifat tertentu yang pasti(Sutarma, S.Kom.,M.Kom, 2009).
3.      Menurut Donald H. Sanders “Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output di bawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi-instruksi program tersimpan di memori” (Sutarma, S.Kom.,M.Kom, 2009).
4.      Menurut V.C Hamazer. Z.C. Vanesic. S.G. Zaky “komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dapat menerima informasi input digital. Memprosesnya sesuai dengan suatu program yang tersimpan di memorynya dan menghasilkan output informasi”. (Sutarma, S.Kom.,M.Kom, 2009).
Dari pengertian tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa komputer itu adalah :
1.      Alat elektronik
2.      Dapat menerima input data
3.      Dapat mengolah data
4.      Dapat memberikan informasi
5.      Menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer
6.      Dapat menyimpan program beserta hasil pengolahannya
7.      Bekerja secara otomatis

3.3.            Konsep Dasar Informasi
3.3.1.      Pengertian Informasi
Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehimgga mereka mempunyai arti bagi si penerima” (Sutarma, S.Kom.,M.Kom, 2009).
“Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterprestasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan” (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, 2004).
Dari beberapa definisi informasi dari beberapa pengarang, dapat diambil kesimpulan bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimannya dan menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata yang terjadi pada saat tertentu. Data belum memiliki nilai sedangkan informasi sudah memiliki nilai. Informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih besar dibandingkan biaya untuk mendapatkannya.

3.3.2.      Kualitas Informasi
Kualitas informasi tergantung dari 3 hal yang sangat dominan, yaitu : akurat, tepat waktu, relevan.
1.      Akurat (accurate)
Informasi harus bebas dari kesalahan, tidak bias ataupun menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi itu harus dapat dengan jelas.
2.      Tepat waktu  (timelines)
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat, di dalam pengambilan keputusan, informasi yang sudah usang tidak lagi bernilai. Bila informasi datang terlambat sehingga pengambilan keputusan terlambat dilakukan, hal itu dapat berakibat fatal bagi perusahaan.
3.      Relevan (relevance)
Informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan dibahas dengan informasi tersebut. Informasi harus bermanfaat bagi pemakainya. Di samping karakteristik, nilai informasi juga ikut menentukan kualitasnya. Nilai informasi ditentukan oleh dua hal yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya.  

3.4.   Konsep Dasar Sistem Informasi
Untuk menghasilkan informasi yang berkualitas maka dibuatlah sistem informasi.
Robert A. Laitch dan K. Roscoe Bavis mengemukakan “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan” (Kusrini, M.Kom, 2007).
Definisi umum sistem informasi adalah : “ Sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan. Selain melakukan pengolahan transaksi yang sangat berguna untuk kepentingan organisasi,  sistem informasi juga banyak memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dalam pengambilan keputusan”.

3.4.1.      Siklus Hidup Pengembangan Sistem Informasi
Siklus hidup sistem masih digunakan untuk membangun suatu sistem yang rumit dan besar serta yang memerlukan ketepatan dan analisis  permintaan yang resmi, spesifikasi definisi awal dan pengawasan yang ketat lewat proses pembangunan sistem.
Menurut Raymond Mc Leod, Jr “Siklus hidup sistem adalah proses perubahan yang diikuti dengan penerapan sistem adalah proses perubahan yang diikuti dengan penerapan sistem atau sub-sistem informasi berbasis komputer” (Chr. Jimmy L. Goal, 2008).
Siklus hidup ini terdiri serangkaian tugas yang mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem. Manajemen siklus hidup dikelola/diatur oleh manajer unit pelayanan informasi, dibantu manajer analisis sistem, manajer pemrograman, dan manajer operasional.
Pendekatan siklus hidup pengembangan sistem meliputi lima tahap sebagaimana penjelasan berikut ini :
1.      Kemungkinan dan perencanaan (feasibility and planning).
2.      Analisis sistem (sysytem analysis).
3.      Rancangan sistem (System design).
4.      Penerapan (Implementation).
5.      Penggunaan, pemeliharaan, peninjauan (using/maintenence evaluation).
3.4.2.      Komponen dan Tipe Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yang terdiri dari blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali. Sebagai suatu sistem keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasaran.
a.       Blok Masukan (Input Block)
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Yang dimaksud dengan input di sini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan  dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
b.      Blok Model (Model Block)
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c.       Blok Keluaran (Output Block)
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
d.      Blok Teknologi (Technologi Block)
Teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
e.       Blok Basis data (Database Block)
Basis data (Database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan perangkat lunak digunakan untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas.
f.       Blok Kendali (Control Block)
Pengendalian pada sistem yang gagal perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dicegah dan bila terlanjur terjadi maka kesalahan-kesalahan dapat dengan cepat diatasi.

3.4.3.      Pengolahan Data
“Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai” (Abdul Kadir, 2004).
Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan. Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf atau simbol-simbol khusus atau gabungan dirinya” (Jogiyanto. HM,  2002).
Data adalah fakta dari suatu pertayaan yang bersal dari keyataa, dimana peryataan tersebut merupakan hasil pengukuran atau pengamatan(Sutarma, S.Kom.,M.Kom, 2009).
“Pengolahan data adalah prose perhitungan/transformasi data input menjadi informasi yang mudah dimengerti ataupun sesuai dengan yang diinginkan.(S.Kom.,M.Kom, 2009).
“Pengolahan data adalah waktu yang digunakan untuk menggambarkan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan” (Andri Kristianto, 2004). Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data antara lain : input data, transformasi data dan output data.
1.      Input data meliputi :
  1. Mencatat transaksi data ke sebuah pengolahan data medium
  2. Melakukan pengkodean transaksi data ke dalam bentuk lain
  3. Menyimpan data atau informasi untuk pengambilan keputusan.
2.      Transformasi data meliputi :
  1. Calculating, adalah operasi aritmatika terhadap data field yang dimasukkan.
  2. Summarizing, adalah proses akumulasi beberapa data
  3. Classifying, adalah data group-group tertentu :
1)      Categorizing atau mengkategorikan data ke dalam suatu group berdasarkan karakteristik tertentu.
2)      Sorting data kedalam bentuk yang berurutan.
3)      Merging atau menggabungkan dua atau lebih kumpulan data berdasarkan kriteria tertentu.
4)      Matching data berdasarkan keinginan pengguna terhadap group data.
3.      Output data
  1. Displaying result
Menampilkan informasi yang dibutuhkan pemakai melalui monitor atau cetakan.
  1. Reproducing
Penyimpanan data yang digunakan untuk pemakai lain yang membutuhkan.
  1. Telecommunicating
Penyimpanan data secara elektronik melaui saluran komunikasi.

3.4.4.      Siklus Pengolahan Data
Suatu proses pengolahan data terdiri dari 3 tahapan dasar, yang disebut dengan siklus pengolahan data (data processing cyle), yaitu input, processing dan output.



Gambar 3.3 Siklus Pengolahan Data
Sumber : Sutarma, S.Kom.,M.Kom, / 2009.
Tiga tahapan dasar dari siklus pengolahan data tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut. Siklus pengolahan data yang dikembangkan (expanded data processing cycle) dapat ditambahkan tiga atau lebih tahapan lagi, yaitu origination, storage, dan  distribution.
 
Gambar 3.4 Siklus Pengolahan Data yang dikembangkan
Sumber : Sutarma, S.Kom.,M.Kom, / 2009.
Dari gambar siklus pengolahan data yang dikembangkan diatas, maka dapat diuraikan sebagai berikut :
1.  Origination
Tahap ini berhubungan dengan proses dari pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar.
2.      Input
Tahap ini merupakan proses memasukkan data ke dalam proses komputer lewat alat input (input device).
3.       Processing
Tahap ini merupakan proses pengolahan dari data yang sudah dimasukkan yang dilakukan oleh alat pemroses (processing device), yang dapat berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan, mengurutkan, mengendalikan atau mencari di storage.
4.      Output
Tahap ini merupakan proses menghasilkan output dari hasil pengolahan data ke alat output (output device), yaitu berupa informasi.
5.      Distribution
Tahap ini merupakan proses dari distribusi output kepada pihak yang berhak dan membutuhkan informasi
6.      Storage
Tahap ini merupakan proses perekaman pengolahan ke simpanan luar (storage). Hasil dari pengolahan yang disimpan di storage dapat dipergunakan sebagai bahan input untuk  bahan selanjutnya. Pada gambar, tampak adanya 2 buah tanda panah yang berlawanan arah, menunjukkan hasil pengolahan dapat disimpan di storage dan dapat diambil kembali untuk proses pengolahan data selanjutnya.

3.5.   Bagan Alir Program
Bagan alir program (program flow chart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah proses program, dibuat dari bagan alir sistem Flow chart adalah suatu diagram alir yang mempergunakan symbol atau tanda untuk meyelesaikan suatu masalah” .(Sariadin Siallagan, 2009). Dalam hal ini, penjelasan masalah meggunakan simbol-simbol yang telah disepakati. Perhatikan gambar berikut:




Terminal menyatakan awal atau akhir dari suatau algoritma.

Simbol yang digunakan untuk mewakili suatu proses.

Simbol yang digunakan untuk mewakili data input atau output

Persiapan yang digunakan untuk member nilai awal suatu besaran.


Simbol yang digunakan untuk menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditunjukkan di tempat lain.


Terminasi yang mewakili simbol tertentu untuk digunakan pada aliran antara lain pada halaman yang sama.

Terminasi yang menandakan awal dan akhir dari suatu aliran.


Pengambilan keputusan.

Simbol yang digunakan untuk penghubung pada halaman yang lain.

Menunjukkan arah aliran data.

Gambar 3.5 Simbol Bagan Alir Program
Sumber : Sutarma, S.Kom.,M.Kom, / 2009.

3.6.    Aliran Sistem Informasi (ASI)
Aliran Sistem Informasi (ASI) merupakan siklus peredaran data yang akan diolah menjadi bentuk yang lebih berguna.Beberapa simbol Aliran Sistem Informasi (ASI)  adalah sebagai berikut :

Tabel 3.2  Bagan Aliran Sistem Informasi
No
SIMBOL
NAMA
KEGUNAAN
1
Dokumen
Menunjukkan dokumen input, output untuk proses manual maupun proses computer

2
Kegiatan Manual
Menunjukkan pekerjaan manual
3
Proses
Menunjukkan proses dari operasi program Computer

4
HardDisk
Menunjukkan input dan output menggunakanHardDisk (Komputer)
5
Penghubung
Menunjukkan penghubung ke halaman yang sama dan halaman yang lain

6
Garis Aliran
Menunjukkan arus dari proses



7
Kartu Plong
Menunjukkan input dan output menggunakan  kartu plong


8
Flowchart: Merge: A


Simpanan Offline
File non komputer yang diarsip urut huruf (alphabetical)
9


Operasi Luar
Menunjukan operasi yang dilakukan diluar proses operasi komputer


10

Keyboard


Menunjukkan input yang menggunakan on-line keyboard




11


Pengurutan
Menunjukkan penggurutan data diluar proses komputer


12


Pita magnetik
Menunjukkan  input dan output yang menggunakan pita magnetik
13

Disket
Menunjukkan  input dan output yang menggunakan disket


14

Pita kertas
Menunjukkan  input dan output yang menggunakan pita kertas berlubang


15

Drum magnetik
Menunjukkan  input dan output yang menggunakan drum magnetic

16
Flowchart: Merge: C


Simpanan Offline
File non computer yang diarsip urut tanggal
17
Flowchart: Merge: N


Simpanan Offline
File non computer yang diarsip urut tangka

Sumber : Jogiyanto HM, (2001, hal:796)


3.7.    Desain Sistem
         Arti Desain Sistem
         Pengertian desain sistem menurut para ahli adalah sebagai berikut :
a.       Menurut Robert J. Varlezo/Jhon reuter 111 “Yaitu pendefenisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk merancang”.
b.      Menurut Jhon Burch dan Gary Grudnitski “Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perancangan dan pembuatan kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi ”.
c.       Menurut George M. Scott “ Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan, tahap ini menyagkut mengkonfirmasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah di instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah diterapkan pada akhir tahap analisis sistem”.

    Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli dapat kita ambil kesimpulan bahwa desain sistem adalah sebagai berikut :
a.       Tahap analisis dari siklus pengembangan sistem.
b.      Pendefenisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsioanal.
c.       Persiapan untuk perancangan implementasi.
d.      Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.
e.       Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
f.       Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen lunak dan perangkat keras dari suatu sistem.
3.8   Sekilas Tentang Java
3.8.1 Sejarah Perkembangan Java 
Java merupakan bahasa yang berorientasi objek yang telah diciptakan oleh  James Goslin dan beberapa insinyur lainnya di Sun Microsistem Java dikembangkan pertama kali pada tahun 1991 sebagai  bagian dari Green project. Untuk mengedit kode program java, kita bisa melakukan pengetikan kode java menggunakan editplus sebagai editor dalam menjalankan program java. Instalasi Editplus dimulai menjalakan file Editplus210c.exe Sebagai file sumber Editplus.

                    

                                          Gambar 3.6 file Editplus _210. c
1. Clik Button Setup, selanjutnya komputer akan melakukan proses Extract file-file  yang dibutuhkan  untuk proses instalasi .
                       
                                             Gambar 3.7 Editplus Setup
2. Seperti kebanyakan program yang akan di instal suatu sistem komputer Editplus akan menampilkan license agrement yang harus di setujui oleh pengguna
                            
                                              Gambar 3.8 License Agreement
3. Langkah selanjutnya adalah menentukan lokasi directory maka kita ingin Editplus diletakan, baru kemudian proses instalasi sampai selesai.

             
Gambar 3.9 Pilihan directory tempat penginstalan Editplus
a.  Beberapa komponen yang dimiliki oleh program java aplikasi antara lain.     Commad (Keterangan ) 
Command tidak mempengaruhi program dan bukan merupakan bagian dari program yang di kompilasi, keterangan ini berfungsi membuat program menjadi mudah dimengerti .
b.   Deklarasi kelas
Program java terdiri atas objek–objek dari berbagai jenis kelas, yang berinteraksi satu dengan yang lainnya, sebelum mendefenifisikan kelas kita perlu melihat beberapa kararteristik umum dari kelas.
c.   Fungsi Main
Setiap program java aplikasi fungsi main merupakan titik awal dimana eksekusi dimulai, setiap pernyataan didalam main akan dieksekusi suatu persatu secara berurut sampai dengan akhir fungsi dicapai, yang dimulai dengan public, static, void.
d.    Kata kunci ( Reserved word)
Reserved word merupakan identifier yang memiliki  arti khusus dalam bahasa pemograman dan hanya dapat digunakan dengan cara–cara tertentu.
Ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh bahasa Pemograman Java yaitu :
a. Berorientic
Sederhana java merupakan bahasa pemograman berorientasikan objek yang sederhana dibandingkan dengan bahasa populer lainnya seperti C++, java tidak lagi menggunakan pewarisan jamak yang relatif  komplek dan menggantikannya dengan struktur yang sederhana yaitu interfase, selain itu java juga menggunakan alokasi memori secara otomatis.
b. Objek
Java berfokus pada objek yaitu melakukan manipulasi terhadap objek dan membuat objek–objek bekerja secara bersama–sama. objek merupakan suatu benda yang diraba atau pun tidak sesuatu yang tidak atau yang dapat dibayangkan.
c. Terdistribusi
Java dirancang untuk pembuatan terdistribusi yang memanfaatkan jaringan komputer yang  lebih baik mudah untuk di wujudkan.
d. Portable ( Platform independent)
Java memiliki karakteristik platform independent seperti windows, machitos, linix, dan unik dengan ketergantungan dengan perangkat keras dan system operasi yang digunakan sudah tidak ada lagi.
e. Multihitread
Java memiliki kemampuaan untuk menjalan beberapa bagian program.

3.8.2 Microssoft Access
Access merupakan software Database  management system (DBMS) access mempunyai kemampuan untuk menyimpan data menampilkan kembali informasi.
DBMS (Database  management system) adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membantu dalamhal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar dan untuk memudahkan pekerjaan pengolahandata. Basis data (database) adalah kumpulan data yang dapat digambarakan sebagai aktifitas dari suatu atau lebih organisasi yang berrelasi. Entity adalah konsep informasi yang direkam, biasanya meliputi orang, kejadian ataupun tempat.
Perancang database terdiri dari beberapa tabel yang saling berelasi. Dalam perancang database bertujuan untuk menghindari terjadinya redudansi data, dalam proses normalisasi adalah suatu proses dimana elemen-elemen data dikelompokan menjadi table-tabel dimana table tersebut terdapat entity dan telasi antar entity tersebut.
Untuk mengawali bekerja bekerja dengan microsoft access yang harus dilakukan pertama kali adalah membuat database microsoft access yang baru, langkah-langkah nya adalah sebagai berikut:
Untuk membuat sebuah sebuah database yang baru, klik blank database pada bagian new, sehingga muncul kotak dialog berikut:



Gambar 3.10 Menu pada Microsoft Access




Gambar 3.11 Menu File pada Microsoft Access

Dalam kotak dialog ini anda bisa menyimpan nama file database yang akan dibuat.




 Gambar 3.12 Kotak Dialog Penyimpanan Database
3. Setelah mempunyai sebuah database Microsoft Access, pada Microsoft Access akan muncul sebuah menu database seperti terlihat pada gambar berikut ini:



Gambar 3.13 Objek-Objek Dalam Database

Dalam setiap database Microsoft Access yang ada, kita diberi kebebasan membuat atau mendefenisikan objek-objek baru, objek-objek Database Access tersebut antara lain:
1) Tabel
Tabel merupakan objek yang mendefenisikan struktur data yang digunakan,  juga data yang  disimpan. Selain berisi table yang kita defenisikan sendiri, ada juga table–table sistem lain yang digunakan oleh Microsoft Access. Oleh karena access menerapkan Relationship Database  management yang fungsi mendefenisikan antar table.
2) Query
Berisi semua defenisi “pertanyaan” yang dapat kita buat untuk mengambil data dari table dengan kondisi tertentu sehingga menjadi informasi yang kita inginkan.
3) Form
Form berisi kumpulan format tampilan yang paling mudah pemakai untuk berinteraksi dengan data yang tersimpan.
4) Report
Merupakan sebuah objek yang menyimpan “tampilan” informasi yang siap untuk   dicetak, biasanya merupakan tampilan yang mempresentasikan objek query.
5) Pages
Ini merupakan objek baru yang dimulai ada pada microsoft access 2000, yang berisi halaman–halaman HTML  yang siap digunakan  di internet.
6) Macro
Berisi objek-objek yang mendefenisikan kode program kecil untuk membantu otomatisasi pada form atau report.
7) Modulase
Berisikan kumpulan fungsi dan procedure yang  ditulis dengan VBA, dari semua objek yang tersedia proses pembuatan harus dimulai dengan sebuah defenisi tabel-tabel yang akan digunakan dan juga relasinya .











              


          







1 komentar:

  1. Trimakasih sebesar-besar nya kepada Yth :
    Bapak Hendry Anhar, S.kom., M.Sc
    berkat beliau lah saya BISA Java......!

    BalasHapus