BAB IV
ANALISA DAN HASIL
4.1 Analisa Sistem Yang Sedang
Berjalan
Analisa
sistem adalah proses menggunakan sistem yang utuh menurut komponen pembentuk
sistem dan kegiatan-kegiatan di dalam sistem. Dalam menganalisa terdapat
kegiatan mempelajari serta mengevaluasi suatu bentuk permasalahan yang terjadi
di dalam
sistem tersebut. “Analisa atau analisis adalah peyelidikan terhadap suatu peristiwa
(karangan, perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahu keadaan yang sebenarnya
(sebab, duduk persoalannya dan sebagainya)” (Menurut Harimurti
Kridalaksana, 1995).
Pada tahap analisa sistem, dilakukan
analisa terhadap sistem lama untuk menentukan kelemahan-kelemahannya, sehingga
dapat diusulkan perbaikan terhadap sistem tersebut. Secara umum tujuan analisa
terhadap sistem yang sedang berjalan adalah untuk mendapatkan seuatu hasil yang
lebih baik dengan melihat beberapa kelemahan atau kekurangan dari sistem yang
lama tersebut.
Pengelohaan data identifikasi di Mapolres Kerinci Satreskrim pusat identifikasi masih dikelola secara manual yaitu data
disimpan dalam bentuk file-file, lembaran kertas dan buku, tempat penyimpananya
menggunakan stof-map, rak dan almari. Hal ini sering menimbulkan masalah
seperti data hilang dan sulit untuk di akses.
|
4.1.1 Aliran Sisitem Informasi (ASI) Lama
Berdasarkan dari sistem informasi yang sedang berjalan pada Sat Reskrim pusat identifikasi ini terdapat beberapa bagian hubungan kerja yang
tidak dapat dipisahkan untuk menghasilkan beberapa proses dari pengolahan data
khususnya pada pengolahan data sesuai dengan ruang lingkup permasalahan, adapun
proses pengolahan data identifikasi yang ada di sat reskrim pusat identifikasi maka dapat
digambarkan.aliran sistem informasi lama yang keterangannya adalah sebagai
berikut :
1. Pengambilan data identifikasi diawali
pengisian blangko dari anggota masyarakat
yang setiap harinya berkepentingan dalam pembuatan surat keterangan catatan
kepolisian (SKCK) untuk berbagai keperluan.
2. Bagian administrasi resor kriminal membuat surat perintah untuk pengambilan data
setelah di setujui oleh pimpinan,
kepada anggota identifikasi yang dipimpin oleh Kaur Identifikasi.
3. Kemudian anggota identifikasi bisa berhak serta bisa mengambil data langsung terhadap masyarakat
berdasarkan surat perintah yang sudah dikeluarkna oleh bagian administrasi resor kriminal.
4. Setelah
pengisian blangko maka anggota masyarakat tersebut diminta sidik jarinya lalu
dirumuskan oleh anggota identifikasi kemudian diarsip, apa bila di kemudian
hari anggota masyarakat melakukan suatu kejahatan, maka dari asrip tersebut
dapat teridentifikasi siapa pelaku kejahatan dengan membandingkan sidik jari
yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan data yang sudah tersimpan.
5. Setelah itu dilanjutkan oleh staf identifikasi,
laporan diserahkan kepimpinan dalam bentuk 2 (dua) rangakap laporan untuk diperiksa dan di tanda tangan.
6. Setelah diperiksa dan ditanda tagan, pimpinan
meyerahkan kembali ke staf identifikasi untuk dilanjutkan laporannya ke Dir Reskrim Polda Jambi dalam
bentuk laporan bulanan.
Untuk lebih jelasnya tentang
bagaimana prosedur-prosedur pengolahan data yang sedang berjalan pada Satuan
Resor Kriminal pusat identifikasi Polres Kerinci dapat dilihat
pada gambar aliran sistem informasi
(ASI) lama, dibawah ini :
Aliran Sisitem Informasi
(ASI) lama pada Satuan Resor Kriminal Pusat Identifikasi Polres Kerinci
Anggota/staf Identifikasi
|
Ba Min
Reskrim
|
Penyidik
Reskrim
|
Buser
|
Pimpinan
|
Polda Jambi
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() ![]() |
![]() ![]() ![]() ![]() |
![]() |
![]() ![]() |
![]() ![]() |
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
Gambar 4.14 Aliran sistem informasi (ASI) Lama
4.1.2 Aliran Sistem Informasi (ASI) Baru
Pada aliran sistem informasi yang baru ini dilakukan perubahan dalam
sistem pengelolaan data identifikasi di Sat Reskrim Pusat identifikasi. Sedangkan mengenai entity-entity yang
ada tidak dilakukan perubahan. Serta pada sistem baru ini digunakannya sarana komputer atau cara pengolahan pembuatan
data dalam memakai komputer. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar
berikut ini :
1.
Pengambilan
data identifikasi diawali pengisian blangko dari anggota masyarakat yang setiap
harinya berkepentingan dalam pembuatan surat keterangan catatan kepolisian
(SKCK) untuk berbagai keperluan.
2. Bagian administrasi resor kriminal membuat surat perintah untuk pengambilan data
setelah di setujui oleh pimpinan,
kepada anggota identifikasi yang dipimpin oleh Kaur Identifikasi.
3. Kemudian anggota identifikasi bisa berhak serta bisa mengambil data langsung terhadap masyarakat
berdasarkan surat perintah yang sudah dikeluarkna oleh bagian administrasi resor kriminal.
4. Setelah
pengisian formulir maka anggota masyarakat tersebut diminta sidik jarinya lalu
dirumus oleh anggota identifikasi kemudian disimpan dalan database, apa bila di kemudian hari anggota masyarakat melakukan
suatu kejahatan, maka dari asrip tersebut dapat teridentifikasi siapa pelaku
kejahatan dengan membandingkan sidik jari yang di temukan di tempat kejadian
perkaran (TKP) dan data yang sudah tersimpan.
5. Setelah itu di lanjutkan oleh staf identifikasi,
laporan diserahkan kepimpinan dalam bentuk 2 (dua) rangakap laporan untuk diperiksa dan ditanda tagan.
6. Setelah diperiksa dan ditanda taggani, pimpinan meyerahkan kembali ke staf identifikasi untuk dilanjutkan
laporannya ke Dir Reskrim
Polda Jambi dalam bentul laporan bulanan.
Untuk lebih jelasnya tentang bagaimana
prosedur-prosedur pengolahan data yang akan dirancang pada Satuan Resor
Kriminal pusat identifikasi dapat dilihat pada gambar
aliran sistem informasi (ASI) baru, di bawah ini :
Aliran Sisitem Informasi
(ASI) Baru pada Satuan Resor Kriminal Pusat Identifikasi Polres Kerinci
Anggota/staf Identifikasi
|
Ba Min
Reskrim
|
Penyidik
Reskrim
|
Buser
|
Pimpinan
|
Polda Jambi
|
|||||||||||||||||||||||||
![]() ![]() ![]()
![]() ![]() |
![]() ![]() ![]() ![]() |
![]() |
![]() ![]() |
![]() ![]() |
![]() |
|||||||||||||||||||||||||
Gambar 4.15 Aliran sistem informasi (ASI) Baru
4.2
Perancangan sistem secara terperinci
Di
dalam rancangan sistem terinci ini terdiri dari :
1.
Rancangan menu yang terdiri dari menu utama.
2.
Rancangan file
3.
Rancangan input
4.
Rancanngan output
terdiri dari laporan
4.2.1
Rancangan
Menu
Didalam
rancangan menu ini terdiri dari rancangan menu utama dan sub menu.
![]() |
Gambar 4.16
Struktur Menu dan Sub Menu
4.2.2 Desain File
Dalam merancang suatu sistem yang baik dibutuhkan beberapa file yang
bertujuan untuk memudahkan pengambilan informasi data. File-file ini akan
saling berkaitan satu sama lainnya dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan
pemakai atau user.
Adapun bentuk rancangan file-file tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Tabel File Sidik Jari
Tabel 4.3 Desain File
Data Sidik Jari
Nama Tabel : SidikJari
Nama
Database : SidikJari.mdb
Primary
Key : Rumus
Nama Field
|
Type
|
Width
|
Description
|
Tanggal
Nama
Ttl
Alamat
Pekerjaan
Jenis_Kelamin
Keperluan
Rumus
|
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
|
15
30
40
40
15
1
35
50
|
Tanggal data di ambil
Nama
Tempat tgl lahir
Alamat
Pekerjaan
Jenis – Kelamin
Keperluan
Rumus sidik jari
|
2. Tabel File Ak - 23
Tabel 4.4 Desain File
Data Ak - 23
Nama Tabel : Ak23
Nama
Database : SidikJari.mdb
Primary
Key : Rumus
Nama Field
|
Type
|
Width
|
Description
|
Nama
Pekerjaan
Ak_23
Jenis_Kelamin
Rumus
|
Text
Text
Text
Text
Text
|
30
15
30
1
50
|
Nama
Pekerjaan
Ak - 23
Jenis – Kelamin
Rumus sidik
jari
|
3. Tabel File Sinyalemen
Tabel 4.5 Desain File
Data Sinyalemen
Nama Tabel : Sinyalemen
Nama
Database : SidikJari.mdb
Foreign Key :
Rumus
Nama Field
|
Type
|
Width
|
Description
|
Rumus
Kebangsaan
Agama
Alamat
KTPNo
Pendidikan
NmAyah
NmIbu
NmIstri
NmAnak
TgBadan
Bbadan
Wrklulit
Bt
Bk
WrRambut
JsRambut
Bm
Dh
WrMata
KlMata
Hd
Br
Gg
Dg
Tl
To
Cc
Kp
|
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
|
50
20
20
50
25
5
35
35
35
35
8
5
20
10
10
15
15
10
10
10
15
15
15
15
15
15
25
50
15
|
Rumus Transaksi
Kebangsaan
Agama
Alamat
No KTP
Pendidikan
Nama Ayah
Nama Ibu
Nama Istri
Nama Anak
Tiggi Badan
Berat badan
Warna klulit
Bentuk tubuh
Bentuk kepala
Warna Rambut
JsRambut
Bentuk muka
Dahi
Warna Mata
Kelainan pada
mata
Hidung
Bibir
Gigi
Dagu
Telinga
Tatto
Cacat
Kode pasal
|
4.2.3 Relationships
Relationships merupakan hubungan antar table, relasi atau hubungan, relasi menunjukkan adanya hubungan diantara
sejumlah entitas yang berasal dari
himpunan entitas yang berbeda. Penghubung antara himpunan relasi dengan
himpunan entitas dan himpunan entitas
dengan atribut dinyatakan dalam bentuk garis. Entitas adalah segala sesuatu yang dapat digambarkan oleh
data. Entitas juga dapat diartikan
sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata.

Gambar 4.17 Relationships
4.2.4
Desain
Input
Tujuan dari desain input adalah
untuk menjamin pemasukan data yang diterima dan dimengerti agar tercapai
keakuratan yang tinggi sehingga pemasukan data dapat dilakukan dengan seobjektif
mungkin. Dalam pembahasan selanjutnya dirancang desain input agar
memudahkan bagi pemakai dalam mengentrikan data.
Adapun desain inputnya adalah sebagai berikut :
- Desain Menu Utama
![]() |
Gambar 4.18 Menu Utama
- Desain Input Sidik
Jari
![]() |
Gamabar 4.19 Desain Input Sidik Jari
- Desain Input Data
AK - 23

|
Gambar 4.20 Desain
Input Data AK - 23
4.
Desain Input Data Sinyalemen

Gambar 4.21 Desain Input Sinyalemen
4.2.5 Desain Output
Desain output merupakan suatu bentuk keluaran atau tabel-tebel laporan yang
dibutuhkan oleh pimpinan dalam mengambil keputusan. Adapun output yang
dimaksudkan disini adalah berupa laporan-laporan yang dibuat oleh bagian unit
komputer laporan bulanan, atau berbagai macam bentuk laporan lainnya yang semuanya
berguna sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil
keputusan-keputusan untuk perkembangan suatu instansi, untuk lebih jelasnya
desain output yang dibuat dapat dilihat dari beberapa bentuk laporan-laporan
tersebut antara lain.
Tabel 4.6 Laporan Data
Sidik Jari Satuan Resor
Kriminal Polres Kerinci
LAPORAN DATA SIDIK JARI
PADA SATUAN RESOR KRIMINAL POLRES KERINCI
Tanggal
|
Nama
|
Ttl
|
Alamat
|
Pekerjaan
|
Jenis_Kelamin
|
Keperluan
|
Rumus
|
|||||||||||||||||||||
X (15)
|
X (30)
X
(30)
|
X (40)
X (40)
|
X(40)
X(40)
|
X(15)
X(15)
|
X(10)
X(10)
|
X(35)
X(35)
|
X(20)
X(20)
|
Sungai Penuh, dd/mm/yyyy
Mengetahui Kaur Identifikasi
( -------------------------)
4.3 Aliran Program (Flow chart)
“Algoritma
adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara
sistematis” (Sariadin Siallagan, 2009).
“Flow chart
adalah suatu diagram alir yang mempergunakan symbol atau tanda untuk
menyelaikan masalh” (Sariadin Siallagan, 2009).
Tahap
ini menggambarkan logika program yang akan dibuat, dalam hal ini penulis
menggunakan teknik pengambaran logika program dengan menggunakan aliran program
flowchart. tujuan yang ingin dicapai pada tahap ini adalah untuk
memudahkan pembuatan laporan yang akan diterapkan.
1.
Program Flowchart
Menu Utama



Y
T


Y
T


Y
T
Y
Gambar 4.22 Flowchart
Menu Utama
2.
Program Flowchart
Sidik Jari


|
|
Y
Y
|
|
Y

Y T
Gambar 4.23 Flowchart
Sidik jari
3 Program Flowchart Ak
23
![]() |


T
|
|
|
T
|
Gambar 4.24
Flowchart Ak – 23
4. Program Flowchart Sinyalemen

T
T
|
|
Y
|
T
|
Gambar 4.25 Flowchart Sinyalemen
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun
kesimpulan yang dapat penulis ambil dari hasil penelitian adalah
sebagai
berikut :
1.
Pencatatan data identifikasi di Polres Kerinci masih
menggunakan buku, sehingga terjadi penumpukan buku-buku yag di lemari arsip dan
sering terjadinya penginputan data yang berulang-ulang serta memakan waktu yang
lama untuk mencari data yang dibutuhkan.
2.
Sistem yang dirancang dengan menerapkan sistem
komputerisasi yang dilengkapi dengan suatu pemrograman java, akan memudahkan
dalam penginputan data identifikasi dan
mencari data yang dibutuhkan sehingga tidak membutuhkan waktu, tempat dan
tenaga yang banyak.
3.
Dengan sistem yang dirancang akan meningkatkan
efesiensi kerja sehingga kesalahan yang
sering terjadi dalam penginputan data dan pencarian data dapat teratasi dengan
baik.
4.
Dari rancangan yang diterapkan maka akan memudahkan
dalam penginputan data dan pencarian data yang dibutuhkan.
5.
Dengan database yang
dirancang, maka dapat menyimpan banyak data sehingga tidak lagi memerlukan
penyimpanan secara manual.
Dari rancangan yang diterapkan maka sangat membantu dalam mendukung salah satu dari 10 (sepuluh) program kerja Kapolri Jenderal Polisi Timur Pronopo dalam membangun Layanan dan Pengembangkan Sistem Elektronik (LPSE) dan mendukung reformasi birokrasi di tubuh Polri.
Setelah mendapatkan kesimpulan dari desin sistem yang baru ini, maka
penulis mengajukan beberapa saran yang dapat dikategori sebagai berikut:
1.
Penginputan data identifikasi di Polres Kerinci,
sebaiknya menggunakan sistem komputerisasi yang telah disertai dengan
pemrograman java. Sistem yang
dirancang ini akan membantu dalam
penginputan data identifikasi dan pencarian data yang dibutuhkan.
2.
Perubahan sistem sebaiknya dilakukan secara bertahap,
karena perlunya adaptasi dari sistem yang lama ke sistem yang baru sehingga
dampak dari sistem yang baru akan terasa manfaatnya.
3.
Penerapan proggram ini bisa dipakai di Polres Kerinci
menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi penulis, untuk bisa dipergunakan dalam
pengungkapan khasus-kahus yang menonjol.
4.
Perlunya sosialisasi untuk setiap Polres jajaran yang
ada di wilayah hukum Polda Jambi agar bisa menerapkan sistem komputerisasi
sehingga dapat mengidentifikasi pelaku kejahatan secara cepat dan dapat
dipertanggung jawabkan dalam pembuktian di pengadilan.
DAFTAR PUSTAKA
Chandra Frans, Aplikasi
Web Berbasis Java Server Pages, PT. Dinastindo
Adiperkasa Internasional, Jakarta 2002.
Jogiyanto, H.M, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta, 2004.
Jogiyanto, H.M, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta, 2001.
Kadir Abdul, Dasar Perancangan dan Implementasi Database
Relasional, , Andi
Offset, Yogyakarta, 2009.
Kridalaksana
Harimurti, Kamus Besar Bahasa Indonesia
Edisi Kedua, Balai
Pustaka, Jakarta, 1995.
S.Hakim Racmad, dkk, Mastering Java, PT.
Elex Media Komputindo, Jakarta,
2009.
Sutarman,
S.Kom.,M.Kom, Pengantar Teknologi
Informasi, PT. Bumi Aksara,
Jakarta, 2009.
Siallagan Sariadin, Pemrograman Java Dasar-dasar Pengenalan dan
Pemahaman, Andi Offset, Yogyakarta, 2009.
Supardi Yuniar,Ir, Sistem Informasi Penjualan dengan Java, PT. Elex Media
Komputindo,
Jakarta, 2008.
Sutabri Tata,S.Kom.,MM, Analisa Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta,
2004.
Purnama Rangsang, Pemrograman GUI Menggunakan
Java, Pretasi Pustakaraya,
Jakarta, 2007.
Purnama Rangsang, Tuntunan Pemrograman Java Jilid1, Prestasi Pustaka,
Jakarta, 2003.
Tim Divisi Penelitian
dan Pengembangan Madcoms, Panduan Lengkap
Microsoft
Acces 2007, Andi Offset, Madium, 2007.
Tim Akademika AMIK-DP Kerinci, Panduan Penulisan Skripsi dan Laporan
PKL, AMIK-DP Kerinci, 2007
Rickyanto Isak, Pemrograman Database Java Dengan JDBC, Andi
Offset,
Yogyakarta, 2004.



























Tidak ada komentar:
Posting Komentar