Jumat, 07 Desember 2012


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 11 TAHUN 2008
TENTANG
INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK


BAB VII

PERBUATAN YANG DILARANG

Pasal 27

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau
mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau
mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau
mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau
mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atauDokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

Pasal 28

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan
menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan
untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompokmasyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pasal 29

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan
secara pribadi.

KETENTUAN PIDANA
Pasal 45

(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1),
ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1)
atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana
dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 30

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses
Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses
Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses
Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

KETENTUAN PIDANA
Pasal 46

(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).

(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

Pasal 31

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan
intersepsi atau penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan
intersepsi atas transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik dari, ke, dan di dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain, baik yang tidak menyebabkan perubahan apa pun maupun yang menyebabkan adanya perubahan, penghilangan, dan/atau penghentian Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang sedang ditransmisikan.

(3) Kecuali intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), intersepsi yang
dilakukan dalam rangka penegakan hukum atas permintaan kepolisian, kejaksaan, dan/atau institusi penegak hukum lainnya yang ditetapkan berdasarkan undang-undang.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

KETENTUAN PIDANA
Pasal 47

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1) atau ayat
(2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

Pasal 32

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa
pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa
pun memindahkan atau mentransfer Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik kepada Sistem Elektronik Orang lain yang tidak berhak.

(3) Terhadap perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mengakibatkan
terbukanya suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang bersifat rahasia menjadi dapat diakses oleh publik dengan keutuhan data yang tidak sebagaimana mestinya.

KETENTUAN PIDANA
Pasal 48

(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

(3) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (3)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Pasal 33

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa
pun yang berakibat terganggunya Sistem Elektronik dan/atau mengakibatkan Sistem Elektronik
menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

KETENTUAN PIDANA
Pasal 49

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33, dipidana dengan
pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Pasal 34

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum memproduksi,
menjual, mengadakan untuk digunakan, mengimpor, mendistribusikan, menyediakan, atau memiliki:

a.       perangkat keras atau perangkat lunak Komputer yang dirancang atau secara khusus dikembangkan untuk memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 33;

b.  sandi lewat Komputer, Kode Akses, atau hal yang sejenis dengan itu yang ditujukan
     agar Sistem Elektronik menjadi dapat diakses dengan tujuan memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 33.

(2) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bukan tindak pidana jika ditujukan untuk
melakukan kegiatan penelitian, pengujian Sistem Elektronik, untuk perlindungan Sistem Elektronik itu sendiri secara sah dan tidak melawan hukum.

KETENTUAN PIDANA
Pasal 50

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dipidana
dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Pasal 35

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi,
penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut
dianggap seolah-olah data yang otentik.

Pasal 36

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan
kerugian bagi Orang lain.

KETENTUAN PIDANA
Pasal 51

(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana
dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

(2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana
dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

Pasal 37

Setiap Orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang dilarang sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 36 di luar wilayah Indonesia terhadap Sistem Elektronik
yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia.

KETENTUAN PIDANA

Pasal 52

(1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) menyangkut
kesusilaan atau eksploitasi seksual terhadap anak dikenakan pemberatan sepertiga dari pidana pokok.

(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 sampai dengan Pasal 37
ditujukan terhadap Komputer dan/atau Sistem Elektronik serta Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Pemerintah dan/atau yang digunakan untuk layanan publik dipidana dengan pidana pokok ditambah sepertiga.

(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 sampai dengan Pasal 37
ditujukan terhadap Komputer dan/atau Sistem Elektronik serta Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Pemerintah dan/atau badan strategis termasuk dan tidak terbatas pada lembaga pertahanan, bank sentral, perbankan, keuangan, lembaga internasional, otoritas penerbangan diancam dengan pidana maksimal ancaman pidana pokok masing-masing Pasal ditambah dua pertiga.

(4) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal
37 dilakukan oleh korporasi dipidana dengan pidana pokok ditambah dua pertiga.


Sumber : Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)
                Yogyakarta; Penerbit New Merah Putih





CLASSPATH Netbeans


PATH adalah pemetaan suatu direktori pada suatu OS agara direktori tersebut bisa dikenal secara global  pada sistem.

CLASSPATH adalah untuk memberitahukan pada java bahwa sebuah class java tertentu (bisa berbentuk .jar atau .class) kita bisa simpan pada direktori/alamat file tertentu.

Pengaturan CLASSPATH

Pengaturan Dari Dos Prompt :

SET CLASSPATH = c:\libku\mysql-con-bin.jar;%CLASSPATH%

Pengaturan Dari Windows XP dan Windows 7 :

1. Control Panel-System muncul jendela System properties
2. Advanced klik Environment Variables
3. pada System variables klik New
4. pada New System Variable masuakan
   - Variable name  : CLASSPATH
   - Variable value : c:\libku\mysql-con-bin.jar;%CLASSPATH%




CLASSPATH EditPlus


MENU                   : KOMPILASI
COMAND            : C\J2sdk1.4.0\bin\JAVAC.exe
ARGUMENT        : $ (File Name)
INTIAL DIR         : $ (File Dir)

MENU                    : EXSEKUSI
COMAND              : C\J2sdk1.4.0\bin\JAVA.exe
ARGUMENT         : $ (File Name With Not Extention)
INTIAL DIR           : $ (File Dir)

Note :
                    KOMPILASI       =  JAVAC
                    EXSEKUSI          =  JAVA
        
           SN Edit ++

          User Id  =  AMIK
          Serial     =  D78C026348






Mebuat Library


1. Download file mysql-connector-java-5.1.6-bin.jar
2. Masuk jendela Library Manager, melalaui Tool-Libraries
3. klik New Library sehingga muncul jendela nya
   - Library Name : MySQL_Driver
   - Library Type : Class Libraries
4. lalau Ok, sehingga masuk kedalam daftar Library Manager
5. klik Add JAR/Folder
6. sehingga muncul jendela Browse JAR/Folder
7. lalau pilih file mysql-connector-java-5.1.6-bin.jar





OPERATOR JAVA


 import javax.swing.*;
import java.awt.*;
import java.lang.*;
import java.awt.event.*;

class MyFrame extends JFrame{

JPanel jpnMain=new JPanel();

private Container cont=new Container();
JButton bKeluar,bHapus,bTambah,bKurang,bBagi,bKali;
public JTextField tBil1,tBil2,tHasil;
JLabel judul,LBil1,LBil2,LHasil;
public int Bil1,Bil2,Hasil;

MyFrame (){

jpnMain.setLayout(null);
jpnMain.setBackground(Color.orange);
getContentPane().add(jpnMain, BorderLayout.CENTER);

setLocation (200,200);
setSize (400, 400);
setVisible (true);

cont=getContentPane();
cont.add (new JLabel ("hello"));


judul=new JLabel ("PROGRAM KALKULATOR");
judul.setFont(new Font("Arial", Font.BOLD, 18));
judul.setBounds(80, 10, 400, 20);
jpnMain.add(judul);


LBil1=new JLabel ("Bil. pertama");
LBil1.setForeground(Color.blue);
LBil1.setBounds(10, 50, 120, 20);
jpnMain.add(LBil1);

tBil1=new JTextField("");
tBil1.setForeground(Color.blue);
tBil1.setBackground(Color.pink);
tBil1.setBounds(140, 50, 120, 20);
jpnMain.add(tBil1);

LBil2=new JLabel("Bil2");
LBil2.setForeground(Color.blue);
LBil2.setBounds(10,80,120, 20);
jpnMain.add(LBil2);

tBil2=new JTextField("");
tBil2.setForeground(Color.blue);
tBil2.setBounds(140,80,120,20);
jpnMain.add(tBil2);

LHasil=new JLabel("Hasil");
LHasil.setBounds(10, 110,120,20);
LHasil.setForeground(Color.blue);
jpnMain.add(LHasil);

tHasil=new JTextField("");
tHasil.setForeground(Color.blue);
tHasil.setBounds(140, 110,120,20);
jpnMain.add(tHasil);

bKeluar=new JButton("keluar");
bKeluar.setIcon(new ImageIcon("exit.gif"));
bKeluar.setBounds (20, 200, 100,20);
bKeluar.setForeground(Color.blue);
jpnMain.add (bKeluar);
bKeluar.addActionListener(new ActionListener(){
public void actionPerformed(ActionEvent e) {
dispose();
}
});
bHapus= new JButton("Hapus");
bHapus.setBounds(150,200,100,20);
bHapus.setBackground(Color.green);
jpnMain.add(bHapus);
bHapus.addActionListener(new hapus());

bTambah= new JButton("+");
bTambah.setBounds(270,200,100,20);
jpnMain.add(bTambah);
bTambah.addActionListener(new penambahan());

bKurang= new JButton("-");
bKurang.setBounds(150,230,100,20);
jpnMain.add(bKurang);
bKurang.addActionListener(new pengurangan());

bBagi= new JButton(":");
bBagi.setBounds(270,230,100,20);
jpnMain.add(bBagi);
bBagi.addActionListener(new pembagian());

bKali= new JButton("*");
bKali.setBounds(20,230,100,20);
jpnMain.add(bKali);
bKali.addActionListener(new perkalian());

show();
}
class hapus implements ActionListener {
public  void actionPerformed (ActionEvent e){
tBil1.setText("");
tBil2.setText("");
tHasil.setText("");
}
}

class  penambahan implements ActionListener {
public  void actionPerformed (ActionEvent e){
Bil1=(Integer.valueOf(tBil1.getText().trim())).intValue();
Bil2=(Integer.valueOf(tBil2.getText().trim())).intValue();
int Hasil=Bil1+Bil2;// utk operator
tHasil.setText(String.valueOf(Hasil));
}
}
class  pengurangan implements ActionListener {
public  void actionPerformed (ActionEvent e){
Bil1=(Integer.valueOf(tBil1.getText().trim())).intValue();
Bil2=(Integer.valueOf(tBil2.getText().trim())).intValue();
int Hasil=Bil1-Bil2;// utk operator
tHasil.setText(String.valueOf(Hasil));

}
}
class  perkalian implements ActionListener {
public  void actionPerformed (ActionEvent e){
Bil1=(Integer.valueOf(tBil1.getText().trim())).intValue();
Bil2=(Integer.valueOf(tBil2.getText().trim())).intValue();
int Hasil=Bil1*Bil2;// utk operator
tHasil.setText(String.valueOf(Hasil));
}
}
class  pembagian implements ActionListener {
public  void actionPerformed (ActionEvent e){
Bil1=(Integer.valueOf(tBil1.getText().trim())).intValue();
Bil2=(Integer.valueOf(tBil2.getText().trim())).intValue();
int Hasil=Bil1/Bil2;// utk operator
tHasil.setText(String.valueOf(Hasil));
}
}

}
public class tambah {
public static  void main (String[]args){
new MyFrame();
}
}





Replikasi Database

Replikasi memiliki pengertian sebagai suatu proses mengcopy atau mentransfer data dari suatu database ke database lain yang tersimpan pada komputer yang berbeda. Untuk melakukan proses replikasi dibutuhkan dua buah komputer atau lebih yang berfungsi sebagai server dengan satu server sebagai master dan yang satu sebagai slave. Tentunya dengan adanya koneksi jaringan.Konfigurasi di sisi Master

Tahapan selanjutnya adalah melakukan konfigurasi database di master, dengan sebelumnya apa nama database yang akan direplikasi dalam contoh ini menggunakan database coba.Buka dan edit file my.cnflog_bin = /var/log/mysql/mysql-bin.logbinlog-do-db = cobaserver-id = 1

Penjelasannya adalah sebagai berikut :server-id = id dari mesin masterlog_bin = alamat untuk menyimpan log binari mysqlbinlog-do-db = nama database yang akan direplikasi

Lakukan restart MySQL. Setelah proses restart selesai masuk kedalam prompt MySQL sebagai user root.# mysql -u root -pbahagiaBila sudah masuk kedalam prompt MySQL, kita akan membuat akses untuk slave mulai dari username dan IP dari komputer yang digunakan juga untuk passwordnya.# grant replication slave on nm_DB.* to ‘nm_user’@’host’ indentified by ‘password’ ;# flush privileges ;

Catat status master dari database coba.# use coba ;# flush tables with read lock ;# show master status ;# unlock tables ;

Setelah itu lakukan backup database yang akan direplikasi, setelah itu hasil backup database tadi di restore ke komputer sisi yang berfungsi sebagai slave.Konfigurasi di sisi SlaveBuka dan edit file my.cnf.server-id = 2master-host = 192.168.21.99master-user = slave_usermaster-password = passwordmaster-connect-try = 30replicate-do-db = coba

Penjelasannya adalah sebagai berikut :server-id = id dari mesin slavemaster-host = IP address komputermaster-user = user namemaster-password = passwordmaster-connect-try = waktu jeda (satuan detik)replicate-do-db = nama database

Sekarang lakukan untuk setting replikasinya. Masuk kedalam prompt MySQL disisi slave dengan user root.# slave stop ;# change master to master_host=’host’,# master_user=’slave_user’,# master_password=’password’,# master_log_file=’lihat di master status’,# master_log_pos=’lihat di master status’ ;# slave start ;# show slave status ;


contoh khasus :


Cara koneksi client server  ?

1. ada 2 laptop , laptop a dn laptop b.
2. laptop a rencana nya buat database, dan laptop b buat program nya , jadi laptop b mengakses database yang berada didalam laptop a ,

pertanyaan nya ??  Bagaimana cara koneksi di DATASOURCE nya?
jawab :

- untuk datasource-nya masukan alamat ip komputer A.
- nama localhost itu hanya diganti dng IP server tidak perlu ganti ip nya client.
- tinggal clientnya nembak ke IP server, sedangkan server itu tidak ada aplikasi apa-apa hanya -  database saja.
Ganti aja localhost dgn nama IP server itu menuju ke komputer databasenya.

gampangkan....

apa bila apa pesan ERORR seperti ini :

java.sql.SQLException: null,  message from server: "Host 'Brigadir-PC' is not allowed to connect to this MySQL server"

- cek seting Database nya
- cek Alamat IP server yang di tuju di PC mana database  nya berada.
- cek jangan sampai IP server sama dgn IP client sudah pasti konflik tidak bakalan bisa 
- tambah kan port untuk Client-Server yang harus sama. 









Database Mysql


Database : Database adalah sebuah system yang di buat untuk mengorganisasi, menyimpan dan menarik data dengan mudah. Database terdiri dari kumplan data yang terorganisir untuk 1 atau lebih penggunaan, dalam bentuk digital. Database digital di manage menggunakan Database Management System (DBMS), yang menyimpan isi database, mengizinkan pembuatan dan maintenance data dan pencarian dan akses yang lain.

Beberapa Database yang ada saat ini adalah : Mysql, Sql Server, Ms.Access,
Oracle, dan PostgreSql.


MySQL (Sructured Query Language) adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal. MySQL menggunakan bahasa SQL untuk mengakses database nya. Lisensi Mysql adalah FOSS License Exception dan ada juga yang versi komersial nya. Tag Mysql adalah “The World's most popular open source database”. MySQL tersedia untuk beberapa platform, di antara nya adalah untuk versi windows dan versi linux. Untuk melakukan administrasi secara lebih mudah terhadap Mysql, anda dapat menggunakan software tertentu, di antara nya adalah phpmyadmin dan mysql yog.


Phpmyadmin adalah sebuah aplikasi open source yang berfungsi untuk memudahkan manajemen MySQL. Dengan menggunakan phpmyadmin, anda dapat membuat database, membuat tabel, menginsert, menghapus dan mengupdate data dengan GUI dan terasa lebih mudah, tanpa perlu mengetikkan perintah SQL secara manual.


Xampp adalah sebuah paket kumpulan software yang terdiri dari apache, mysql, phpmyadmin, php, Perl, Freetype2,dll. Xampp berfungsi untuk memudahkan instalasi lingkungan php, di mana biasa nya lingkungan pengembangan web memerlukan php,apache,mysql dan phpmyadmin serta software-software yang terkait dengan pengembangan web. Dengan menggunakan xampp, kita tidak perlu menginstall aplikasi-aplikasi tsb satu persatu.

Selisih Tanggal atau Hari di Java Netbeans

Program yang dibuat berbasis GUI agar memiliki penampilan yang baik dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Membuka Program NetBeans, lalu buat project baru dengan nama selisihHari atau nama     yang lain.


b. Kita buka project kemudian pada bagian source package kita klik kanan lalu cari new Jframe Form (untuk membuat frame form baru sebagai bingkai program kita) diberi nama LamaHariGUIdan pada bagian package kita beri nama GUI atau nama lain.


c. Selanjutnya kita isi frame form yang sudah kita buat dengan
1) 4 buah Label ( berada di Pallete bagian swing Control), Isi masing-masing label dengan tulisan yang kita kehendaki dengan cara :
Jlabel1 di klik kanan lalu edit text dan ganti dengan tulisan Tanggal Pinjam, 
- Jlabel2
 ganti dengan tulisan Tanggal Kembali
- Jlabel3
 dengan Lama dan 
- Jlabel4
 dengan hari.
2) 3 buah Text Field, masing-masing text field klik kanan lalu pilih Change Variable Name ...,
dan masukkan nama Text Field nya :
- JTextField1 dengan nama tPinjam, untuk isian tanggal pinjam
- JTextField2 dengan nama tKembali untuk isian tanggal kembali
- JTextField3 dengan nama tLama untuk isian lama hari
3) Langkah berikutnya pada JTextField2, klik kanan lalu pilih event -->action --> actionPerformed[tKembaliActionPerformed].
Isilah dengan source code dibawah ini :
private void tKembaliActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
// TODO add your handling code here:
DateFormat df = new SimpleDateFormat("dd/MM/yyyy");
try{

//Konversi dari string ke tanggal
Date TanggalPinjam =df.parse(tPinjam.getText());
Date TanggalKembali = df.parse(tKembali.getText());

//Tgl di konversi ke milidetik
long Hari1 = TanggalPinjam.getTime();
long Hari2 = TanggalKembali.getTime();
long diff = Hari2 - Hari1;
long Lama = diff / (24 * 60 * 60 * 1000);

tLama.setText(Long.toString(Lama));
} catch (ParseException e)
{
e.printStackTrace();
}


Df Format berfungsi untuk menentukan format tanggal yang kita inginkan.
Kemudian String yang kita masukkan dirubah ke bentuk tanggal dan yang terakhir kita konversi ke mili detik, dengan ketentuan (1 hari = 24 jam x 60 menit x 60 sekon x 1000 milidetik)
Setelah itu maka program yang kita buat dapat di jalankan.

Adapaun Source code secara lengkap dapat dilihat sebagai berikut :
package GUI;

import java.text.DateFormat;
import java.text.SimpleDateFormat;
import java.text.ParseException;
import java.util.Date;
import java.io.*;

public class LamaHariGUI extends javax.swing.JFrame {

DateFormat df = new SimpleDateFormat("dd/MM/yyyy");

/** Creates new form LamaHariGUI */
public LamaHariGUI() {
initComponents();
}

/** This method is called from within the constructor to
* initialize the form.
* WARNING: Do NOT modify this code. The content of this method is
* always regenerated by the Form Editor.
*/
@SuppressWarnings("unchecked")
//
private void initComponents() {

tPinjam = new javax.swing.JTextField();
tKembali = new javax.swing.JTextField();
jLabel1 = new javax.swing.JLabel();
jLabel2 = new javax.swing.JLabel();
jLabel3 = new javax.swing.JLabel();

tLama = new javax.swing.JTextField();
jLabel4 = new javax.swing.JLabel();

setDefaultCloseOperation(javax.swing.WindowConstants.EXIT_ON_CLOSE);

tPinjam.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
tPinjamActionPerformed(evt);
}
});

tKembali.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
tKembaliActionPerformed(evt);
}
});

jLabel1.setText("Tanggal Pinjam");

jLabel2.setText("Tanggal Kembali");

jLabel3.setText("Lama");

tLama.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
tLamaActionPerformed(evt);
}
});

jLabel4.setText("hari");

javax.swing.GroupLayout layout = new javax.swing.GroupLayout(getContentPane());
getContentPane().setLayout(layout);
layout.setHorizontalGroup(
layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
.addGroup(layout.createSequentialGroup()
.addGap(96, 96, 96)
.addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.TRAILING)
.addComponent(jLabel2)
.addComponent(jLabel1)
.addComponent(jLabel3))
.addGap(54, 54, 54)
.addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING, false)
.addComponent(tPinjam, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, 80, Short.MAX_VALUE)
.addComponent(tKembali)
.addGroup(layout.createSequentialGroup()
.addComponent(tLama, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 40, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
.addGap(18, 18, 18)
.addComponent(jLabel4)))
.addContainerGap(192, Short.MAX_VALUE))
);
layout.setVerticalGroup(
layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
.addGroup(layout.createSequentialGroup()
.addGap(66, 66, 66)
.addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
.addComponent(tPinjam, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
.addComponent(jLabel1))
.addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.RELATED)
.addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
.addComponent(tKembali, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
.addComponent(jLabel2))
.addGap(83, 83, 83)
.addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
.addComponent(tLama, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
.addComponent(jLabel3)
.addComponent(jLabel4))
.addContainerGap(85, Short.MAX_VALUE))
);

pack();
}//

private void tPinjamActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
// TODO add your handling code here:

}

private void tKembaliActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
// TODO add your handling code here:
DateFormat df = new SimpleDateFormat("dd/MM/yyyy");
try{

//Konversi dari string ke tanggal
Date TanggalPinjam =df.parse(tPinjam.getText());
Date TanggalKembali = df.parse(tKembali.getText());

//Tgl di konversi ke milidetik
long Hari1 = TanggalPinjam.getTime();
long Hari2 = TanggalKembali.getTime();
long diff = Hari2 - Hari1;
long Lama = diff / (24 * 60 * 60 * 1000);

tLama.setText(Long.toString(Lama));


} catch (ParseException e)
{
e.printStackTrace();
}
}

private void tLamaActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
// TODO add your handling code here:

}

/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String args[]) {
java.awt.EventQueue.invokeLater(new Runnable() {
public void run() {
new LamaHariGUI().setVisible(true);
}
});
}

// Variables declaration - do not modify
private javax.swing.JLabel jLabel1;
private javax.swing.JLabel jLabel2;
private javax.swing.JLabel jLabel3;
private javax.swing.JLabel jLabel4;
private javax.swing.JTextField tKembali;
private javax.swing.JTextField tLama;
private javax.swing.JTextField tPinjam;
// End of variables declaration


}


Rabu, 04 April 2012

Bab IV dan V

BAB IV
ANALISA DAN HASIL

4.1   Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan
  Analisa sistem adalah proses menggunakan sistem yang utuh menurut komponen pembentuk sistem dan kegiatan-kegiatan di dalam sistem. Dalam menganalisa terdapat kegiatan mempelajari serta mengevaluasi suatu bentuk permasalahan yang terjadi di dalam sistem tersebut. “Analisa atau analisis adalah peyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahu keadaan yang sebenarnya (sebab, duduk persoalannya dan sebagainya)” (Menurut Harimurti Kridalaksana, 1995).
Pada tahap analisa sistem, dilakukan analisa terhadap sistem lama untuk menentukan kelemahan-kelemahannya, sehingga dapat diusulkan perbaikan terhadap sistem tersebut. Secara umum tujuan analisa terhadap sistem yang sedang berjalan adalah untuk mendapatkan seuatu hasil yang lebih baik dengan melihat beberapa kelemahan atau kekurangan dari sistem yang lama tersebut.
Pengelohaan data identifikasi di Mapolres Kerinci Satreskrim pusat identifikasi masih dikelola secara manual yaitu data disimpan dalam bentuk file-file, lembaran kertas dan buku, tempat penyimpananya menggunakan stof-map, rak dan almari. Hal ini sering menimbulkan masalah seperti data hilang dan sulit untuk di akses.


45
 
Mempelajari  sistem yang ada pada Mapolres Kerinci dilakukan untuk mendapat gambaran dan data tersebut diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu tanya jawab secara langsung kepada pihak yang berwenang dan terkait. Dari data yang dikumpulkan dapat dilihat bahwa sistem yang sedang berjalan pengolahan datanya secara umum masih manual, sehingga komputer sebagai media potensial belum digunakan secara optimal.
4.1.1   Aliran Sisitem Informasi (ASI) Lama
    Berdasarkan dari sistem informasi yang sedang berjalan pada Sat Reskrim pusat identifikasi ini terdapat beberapa bagian hubungan kerja yang tidak dapat dipisahkan untuk menghasilkan beberapa proses dari pengolahan data khususnya pada pengolahan data sesuai dengan ruang lingkup permasalahan, adapun proses pengolahan data identifikasi yang ada di sat reskrim pusat identifikasi maka dapat digambarkan.aliran sistem informasi lama yang keterangannya adalah sebagai berikut :
1.       Pengambilan data identifikasi diawali pengisian blangko dari anggota masyarakat yang setiap harinya berkepentingan dalam pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) untuk berbagai keperluan.
2.       Bagian administrasi resor kriminal membuat surat perintah untuk pengambilan data setelah di setujui oleh pimpinan, kepada anggota identifikasi yang dipimpin oleh Kaur Identifikasi.
3.      Kemudian anggota identifikasi bisa berhak serta bisa mengambil data langsung terhadap masyarakat berdasarkan surat perintah yang sudah dikeluarkna oleh bagian administrasi resor kriminal.
4.      Setelah pengisian blangko maka anggota masyarakat tersebut diminta sidik jarinya lalu dirumuskan oleh anggota identifikasi kemudian diarsip, apa bila di kemudian hari anggota masyarakat melakukan suatu kejahatan, maka dari asrip tersebut dapat teridentifikasi siapa pelaku kejahatan dengan membandingkan sidik jari yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan data yang sudah tersimpan.
5.        Setelah itu dilanjutkan oleh staf identifikasi, laporan diserahkan kepimpinan dalam bentuk 2 (dua) rangakap laporan untuk diperiksa dan di tanda tangan.
6.       Setelah diperiksa dan ditanda tagan, pimpinan meyerahkan kembali ke staf identifikasi untuk dilanjutkan laporannya ke Dir Reskrim Polda Jambi dalam bentuk laporan bulanan.
Untuk lebih jelasnya tentang bagaimana prosedur-prosedur pengolahan data yang sedang berjalan pada Satuan Resor Kriminal pusat identifikasi Polres Kerinci dapat dilihat pada gambar aliran sistem  informasi (ASI) lama, dibawah ini :
Aliran Sisitem Informasi (ASI) lama pada Satuan Resor Kriminal Pusat Identifikasi Polres Kerinci

Anggota/staf Identifikasi
Ba Min
Reskrim
Penyidik
Reskrim
Buser
Pimpinan
Polda Jambi
Flowchart: Document: Sprin
Acc










Flowchart: Merge: AFlowchart: Document: sprin
Flowchart: Manual Operation: Intrograsi awal










Flowchart: Document: Data pelaku










Flowchart: Manual Operation: Penangkapan
Flowchart: Manual Operation: ACC












Flowchart: Manual Operation: ACC
Flowchart: Document: Lapbul
ACCFlowchart: Merge: A

Gambar 4.14  Aliran sistem informasi (ASI) Lama

4.1.2    Aliran Sistem Informasi (ASI) Baru
  Pada aliran sistem informasi yang baru ini dilakukan perubahan dalam sistem pengelolaan data identifikasi di Sat Reskrim Pusat identifikasi. Sedangkan mengenai entity-entity yang ada tidak dilakukan perubahan. Serta pada sistem baru ini digunakannya sarana komputer atau cara pengolahan pembuatan data dalam memakai komputer. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini :
1.         Pengambilan data identifikasi diawali pengisian blangko dari anggota masyarakat yang setiap harinya berkepentingan dalam pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) untuk berbagai keperluan.
2.       Bagian administrasi resor kriminal membuat surat perintah untuk pengambilan data setelah di setujui oleh pimpinan, kepada anggota identifikasi yang dipimpin oleh Kaur Identifikasi.
3.      Kemudian anggota identifikasi bisa berhak serta bisa mengambil data langsung terhadap masyarakat berdasarkan surat perintah yang sudah dikeluarkna oleh bagian administrasi resor kriminal.
4.      Setelah pengisian formulir maka anggota masyarakat tersebut diminta sidik jarinya lalu dirumus oleh anggota identifikasi kemudian disimpan dalan database, apa bila di kemudian hari anggota masyarakat melakukan suatu kejahatan, maka dari asrip tersebut dapat teridentifikasi siapa pelaku kejahatan dengan membandingkan sidik jari yang di temukan di tempat kejadian perkaran (TKP) dan data yang sudah tersimpan.
5.        Setelah itu di lanjutkan oleh staf identifikasi, laporan diserahkan kepimpinan dalam bentuk 2 (dua) rangakap laporan untuk diperiksa dan ditanda tagan.
6.       Setelah diperiksa dan ditanda taggani, pimpinan meyerahkan kembali ke staf identifikasi untuk dilanjutkan laporannya ke Dir Reskrim Polda Jambi dalam bentul laporan bulanan.
Untuk lebih jelasnya tentang bagaimana prosedur-prosedur pengolahan data yang akan dirancang pada Satuan Resor Kriminal pusat identifikasi dapat dilihat pada gambar aliran sistem informasi (ASI) baru, di bawah ini :
Aliran Sisitem Informasi (ASI) Baru pada Satuan Resor Kriminal Pusat Identifikasi Polres Kerinci

Anggota/staf Identifikasi
Ba Min
Reskrim
Penyidik
Reskrim
Buser
Pimpinan
Polda Jambi
Flowchart: Manual Operation: sidik jari
di ambilFlowchart: Document: Sprin
Acc







Input Data
identifikasi
 
Can: Data
baseFlowchart: Merge: AFlowchart: Document: Lapbul
ACC
Flowchart: Merge: AFlowchart: Document: sprin
Flowchart: Manual Operation: Intrograsi awal










Flowchart: Document: Data pelaku










Flowchart: Manual Operation: Penangkapan
Flowchart: Manual Operation: ACC












Flowchart: Manual Operation: ACC
Flowchart: Document: Lapbul
ACCFlowchart: Merge: A

Gambar 4.15 Aliran sistem informasi (ASI) Baru


4.2     Perancangan sistem secara terperinci

Di dalam rancangan sistem terinci ini terdiri dari :
1.      Rancangan menu yang terdiri dari menu utama.
2.      Rancangan file
3.      Rancangan input
4.      Rancanngan output terdiri dari laporan

4.2.1        Rancangan Menu
Didalam rancangan menu ini terdiri dari rancangan menu utama dan sub menu.















Gambar  4.16  Struktur  Menu dan Sub Menu
4.2.2    Desain File

         Dalam merancang suatu sistem yang baik dibutuhkan beberapa file yang bertujuan untuk memudahkan pengambilan informasi data. File-file ini akan saling berkaitan satu sama lainnya dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pemakai atau user.
Adapun bentuk rancangan file-file tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tabel File Sidik Jari
Tabel 4.3 Desain File Data Sidik Jari
Nama Tabel           : SidikJari
Nama Database    : SidikJari.mdb
Primary Key          : Rumus

Nama Field
Type
Width
Description
Tanggal
Nama
Ttl
Alamat
Pekerjaan
Jenis_Kelamin
Keperluan
Rumus
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
15
30
40
40
15
1
35
50
Tanggal data di ambil
Nama
Tempat tgl lahir
Alamat
Pekerjaan
Jenis – Kelamin
Keperluan
Rumus sidik jari

2. Tabel File Ak - 23
Tabel 4.4 Desain File Data Ak - 23
Nama Tabel           : Ak23
Nama Database    : SidikJari.mdb
Primary Key          : Rumus

Nama Field
Type
Width
Description
Nama
Pekerjaan
Ak_23
Jenis_Kelamin
Rumus
Text
Text
Text
Text
Text
30
15
30
1
50
Nama
Pekerjaan

Ak - 23
JenisKelamin

Rumus sidik jari

3. Tabel File Sinyalemen
Tabel 4.5 Desain File Data Sinyalemen
Nama Tabel           : Sinyalemen
Nama Database    : SidikJari.mdb
Foreign Key          : Rumus
Nama Field
Type
Width
Description
Rumus
Kebangsaan
Agama
Alamat
KTPNo
Pendidikan
NmAyah
NmIbu
NmIstri
NmAnak
TgBadan
Bbadan
Wrklulit
Bt
Bk
WrRambut
JsRambut
Bm
Dh
WrMata
KlMata
Hd
Br
Gg
Dg
Tl
To
Cc
Kp
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
50
20
20
50
25
5
35
35
35
35
8
5
20
10
10
15
15
10
10
10
15
15
15
15
15
15
25
50
15
Rumus Transaksi
Kebangsaan
Agama
Alamat
No KTP
Pendidikan
Nama Ayah
Nama Ibu
Nama Istri
Nama Anak
Tiggi Badan
Berat badan
Warna klulit
Bentuk tubuh
Bentuk kepala
Warna Rambut
JsRambut
Bentuk muka
Dahi
Warna Mata
Kelainan pada mata
Hidung
Bibir
Gigi
Dagu
Telinga
Tatto
Cacat
Kode pasal

4.2.3    Relationships

            Relationships merupakan hubungan antar table, relasi atau hubungan, relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atribut dinyatakan dalam bentuk garis. Entitas adalah segala sesuatu yang dapat digambarkan oleh data. Entitas juga dapat diartikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata.



























Gambar  4.17  Relationships
4.2.4        Desain Input

Tujuan dari desain input adalah untuk menjamin pemasukan data yang diterima dan dimengerti agar tercapai keakuratan yang tinggi sehingga pemasukan data dapat dilakukan dengan seobjektif mungkin. Dalam pembahasan selanjutnya dirancang desain input agar memudahkan bagi pemakai dalam mengentrikan data.
Adapun desain inputnya adalah sebagai berikut :
  1. Desain Menu Utama



















Gambar 4.18  Menu Utama

  1. Desain Input Sidik Jari


































Gamabar 4.19  Desain Input Sidik Jari

  1. Desain Input Data AK - 23
 


                                                                                                                                   






PHOTO
REKAMAN 10 DIDIK JARI
 

Gambar 4.20  Desain Input Data AK - 23
4.      Desain Input Data Sinyalemen

 







































Gambar 4.21  Desain Input Sinyalemen
4.2.5    Desain Output

Desain output merupakan suatu bentuk keluaran atau tabel-tebel laporan yang dibutuhkan oleh pimpinan dalam mengambil keputusan. Adapun output yang dimaksudkan disini adalah berupa laporan-laporan yang dibuat oleh bagian unit komputer laporan bulanan, atau berbagai macam bentuk laporan lainnya yang semuanya berguna sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil keputusan-keputusan untuk perkembangan suatu instansi, untuk lebih jelasnya desain output yang dibuat dapat dilihat dari beberapa bentuk laporan-laporan tersebut antara lain.
Tabel 4.6 Laporan Data Sidik Jari Satuan Resor Kriminal Polres Kerinci
LAPORAN DATA SIDIK JARI
PADA SATUAN RESOR KRIMINAL POLRES KERINCI

Tanggal
Nama
Ttl
Alamat
Pekerjaan
Jenis_Kelamin
Keperluan
Rumus
X (15)






X (15)

X (30)








X (30)
X (40)










X (40)
X(40)








X(40)
X(15)








X(15)
X(10)








X(10)
X(35)








X(35)
X(20)








X(20)

                                                              Sungai Penuh, dd/mm/yyyy
                                                        Mengetahui Kaur Identifikasi



                                                                 ( -------------------------)



4.3      Aliran Program (Flow chart)
Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis” (Sariadin Siallagan, 2009).
Flow chart adalah suatu diagram alir yang mempergunakan symbol atau tanda untuk menyelaikan masalh” (Sariadin Siallagan, 2009).
            Tahap ini menggambarkan logika program yang akan dibuat, dalam hal ini penulis menggunakan teknik pengambaran logika program dengan menggunakan aliran program flowchart. tujuan yang ingin  dicapai pada tahap ini adalah untuk memudahkan pembuatan laporan yang akan diterapkan.

1.            Program Flowchart Menu Utama
Flowchart: Decision: Sidik
Jari
Flowchart: Off-page Connector: AFlowchart: Predefined Process: Entry Data SidikJari                                                                                                           
                                                                 Y                                       



                                                                                                             
                                       T
Flowchart: Off-page Connector: BFlowchart: Predefined Process: Entry Data Ak - 23Flowchart: Decision: Ak - 23                                                                 Y                                    
                                                                                                                       
                                                                                                        



                                       T
Flowchart: Off-page Connector: CFlowchart: Predefined Process: Entry Data 
SinyalemenFlowchart: Decision: Sinyalemen                                                                 Y                                    
                                                                                                                     
                                                                                                         



                                      T
Flowchart: Decision: Keluar                                    




                                     Y
Flowchart: Terminator: STOP                                      
                                   

Gambar 4.22  Flowchart Menu Utama

2.         Program Flowchart Sidik Jari

 












     
Flowchart: Decision: Ada Data     Y
 

Flowchart: Data: Input, Taggal,Nama,Ttl,
Alamat,Pekerjaan,
Jeniskelamin,
Keperluan,Rumus                                  T                 
                                                 

Edit

 
Flowchart: Decision: Edit                                                                                           Y
                                                                                           
                                                                                T          

Hapus

 
Flowchart: Decision: Hapus                                                                                             Y
                                      
Flowchart: Decision: Simpan                                       Y                                     

Save
 
                                                          T                                        
                                                          T                    T            
                                       

Cancel
 
Flowchart: Decision: Batal                                         Y               T                                               
                                       
                                                                                
Parallelogram: Laporan                                                          T
Flowchart: Decision: Laporan                                         Y


                                                          
Flowchart: Decision: Print        T                                           T       


Flowchart: Decision: ExitFlowchart: Decision: exitY                                                                                              T
                     Y                                     
Flowchart: Data: Cetak laporan                                                  
Flowchart: Predefined Process: Menu UtamaT                                                 Y





Gambar 4.23  Flowchart Sidik jari
3       Program Flowchart Ak  23








                                                                                





Flowchart: Data: Nama,Pekerjaan,
Ak23,
Jenis_kelamin,
Rumus                                                                 
Flowchart: Decision: Ada Data                                                                   Y
                                                                                               
                                                                    
                                    T
Flowchart: Data: Input,Nama, Pekerjaan,
Ak23,  Jenis_kelamin,
Rumus                                          


Edit

 
Flowchart: Decision: Edit                                                                                                   Y
                                                                                                        
                                                                                      T         

Hapus
 
Flowchart: Decision: Hapus                                                                                                  Y
Flowchart: Decision: Save

Save
 
                                   Y                                                              
                                                                                            
                                                                                    T       
                                                    T   

Batal
 
Flowchart: Decision: Batal                                   Y                                             
                                                   
                                                     T    
                                                                     
Flowchart: Decision: Exit                                                                                 T           
                                                      
                                                      Y
Flowchart: Predefined Process: Menu Utama





Gambar 4.24  Flowchart Ak – 23


4.      Program Flowchart Sinyalemen

 














Flowchart: Data: Tampil
Rumus, Ttl,kab, Kebangsaan,Agama,Alamat,KTPNo,Pendidikan,NmAyah,NmIbu,NmIstri,NmAnak,tt,TgBadan,Bbadan,Wrklulit,Bt,Bk,WrRambut,JsRambut,Bm,Dh,WrMata,KlMata,Hd,Br,Gg,Dg,Tl,To,Cc,Kp                                                                 
Flowchart: Decision: Ada Data                                                                   Y
                                                 
                                                                    
                                    T
Flowchart: Data: Input
Rumus, Ttl,kab, Kebangsaan,Agama,Alamat,KTPNo,Pendidikan,NmAyah,NmIbu,NmIstri,NmAnak,tt,TgBadan,Bbadan,Wrklulit,Bt,Bk,WrRambut,JsRambut,Bm,Dh,WrMata,KlMata,Hd,Br,Gg,Dg,Tl,To,Cc,Kp                                           T                                               


Flowchart: Decision: Edit

Edit

 
                                                                                                   Y
                                                                                                        
                                                                                      T         

Hapus
 
Flowchart: Decision: Hapus                                                                                                  Y

Save
 
Flowchart: Decision: Save                                   Y                                                              
                                                                                            
                                                                                    T      
                                                    T   

Batal
 
Flowchart: Decision: Batal                                   Y                                             
                                                   
                                                     T    
                                                                                
Flowchart: Decision: Exit                                                                                     T       
                                                      
                                                        Y
Flowchart: Predefined Process: Menu Utama





Gambar 4.25  Flowchart  Sinyalemen













BAB V
                  
PENUTUP

5.1    Kesimpulan
        
         Adapun kesimpulan yang dapat penulis ambil dari hasil penelitian adalah

sebagai berikut :

1.         Pencatatan data identifikasi di Polres Kerinci masih menggunakan buku, sehingga terjadi penumpukan buku-buku yag di lemari arsip dan sering terjadinya penginputan data yang berulang-ulang serta memakan waktu yang lama untuk mencari data yang dibutuhkan.
2.         Sistem yang dirancang dengan menerapkan sistem komputerisasi yang dilengkapi dengan suatu pemrograman java, akan memudahkan dalam penginputan  data identifikasi dan mencari data yang dibutuhkan sehingga tidak membutuhkan waktu, tempat dan tenaga yang banyak.
3.         Dengan sistem yang dirancang akan meningkatkan efesiensi kerja sehingga kesalahan  yang sering terjadi dalam penginputan data dan pencarian data dapat teratasi dengan baik.
4.         Dari rancangan yang diterapkan maka akan memudahkan dalam penginputan data dan pencarian data yang dibutuhkan.
5.         Dengan database yang dirancang, maka dapat menyimpan banyak data sehingga tidak lagi memerlukan penyimpanan secara manual.         
5.2    Saran
Dari rancangan yang diterapkan maka sangat membantu dalam mendukung salah satu dari 10 (sepuluh) program kerja Kapolri Jenderal Polisi Timur Pronopo dalam membangun Layanan dan Pengembangkan Sistem Elektronik (LPSE) dan mendukung reformasi birokrasi di tubuh Polri.
Setelah mendapatkan kesimpulan dari desin sistem yang baru ini, maka penulis mengajukan beberapa saran yang dapat dikategori sebagai berikut:
1.         Penginputan data identifikasi di Polres Kerinci, sebaiknya menggunakan sistem komputerisasi yang telah disertai dengan pemrograman  java. Sistem yang dirancang  ini akan membantu dalam penginputan data identifikasi dan pencarian data yang dibutuhkan.
2.         Perubahan sistem sebaiknya dilakukan secara bertahap, karena perlunya adaptasi dari sistem yang lama ke sistem yang baru sehingga dampak dari sistem yang baru akan terasa manfaatnya.
3.         Penerapan proggram ini bisa dipakai di Polres Kerinci menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi penulis, untuk bisa dipergunakan dalam pengungkapan khasus-kahus yang menonjol.
4.         Perlunya sosialisasi untuk setiap Polres jajaran yang ada di wilayah hukum Polda Jambi agar bisa menerapkan sistem komputerisasi sehingga dapat mengidentifikasi pelaku kejahatan secara cepat dan dapat dipertanggung jawabkan dalam pembuktian di pengadilan.


DAFTAR PUSTAKA

Chandra Frans, Aplikasi Web Berbasis Java Server Pages, PT. Dinastindo
Adiperkasa Internasional, Jakarta 2002.

Jogiyanto, H.M, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta, 2004.

Jogiyanto, H.M, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta, 2001.

Kadir Abdul, Dasar Perancangan dan Implementasi Database Relasional, , Andi
Offset, Yogyakarta, 2009.

Kridalaksana Harimurti, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Balai
            Pustaka, Jakarta, 1995.

S.Hakim Racmad, dkk, Mastering Java, PT. Elex Media  Komputindo, Jakarta,
            2009.

Sutarman, S.Kom.,M.Kom, Pengantar Teknologi Informasi, PT. Bumi Aksara,
Jakarta, 2009.

Siallagan Sariadin, Pemrograman Java Dasar-dasar Pengenalan dan
Pemahaman, Andi Offset, Yogyakarta, 2009.

Supardi Yuniar,Ir, Sistem Informasi Penjualan dengan Java, PT. Elex Media
            Komputindo, Jakarta, 2008.

Sutabri Tata,S.Kom.,MM, Analisa Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta,
2004.

Purnama Rangsang, Pemrograman GUI Menggunakan Java, Pretasi Pustakaraya,
Jakarta, 2007.

Purnama Rangsang, Tuntunan Pemrograman Java Jilid1, Prestasi Pustaka,
            Jakarta, 2003.

Tim Divisi Penelitian dan Pengembangan Madcoms, Panduan Lengkap Microsoft
Acces 2007, Andi Offset, Madium, 2007.

Tim Akademika AMIK-DP Kerinci, Panduan Penulisan Skripsi dan Laporan
PKL, AMIK-DP Kerinci, 2007

Rickyanto Isak, Pemrograman Database Java Dengan JDBC, Andi Offset,
Yogyakarta, 2004.