Sistem
Identifikasi Di Polres Kerinci Secara Komputerisasi Menggunakan Bahasa Pemrograman
Java
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam mendukung salah satu dari 10
(sepuluh) program Kapolri Jenderal Polisi Drs. Timur Pranopo dalam membangun Layanan
dan Pengembangkan Sistem Elektronik (LPSE) serta membangun dan mengembangkan
sistem informasi terpadu, berangkat dari hal itu peran teknologi komputer telah
menjadi kebutuhan utama di era informasi sekarang ini untuk menunjang
profesionalisme polisi masa depan.
Reformasi birokrasi di tubuh Polri sejak
tahun 2008 mempunyai misi memodernisasi birokrasi Polri dengan optimalisasi
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, oleh sebab itu di dalam
mendukung reformesi birokrasi dipandang perlu membangun sistem baru yang lebih
efektif dan efisien.
Seiring dengan hal tersebut di atas, kemajuan
di bidang teknologi juga semakin pesat, para pekerja di suatu instansi yang
membutuhkan teknologi yang dapat mempermudah pekerjaan yang mampu mengolah data
secara cepat, tepat dan akurat, baik disegi penyimpanan data laporan dari
masyarakat, maupun pengolahan data yang harus di laporkan ke atasan secara
cepat, terutama dalam keefesienan dan keakuratan data yang di olah supaya bisa
mengungkapkan suatu kasus pidana yang di tanggani.
Polres Kerinci bertempat di Kota Sungai
Penuh, yang dalam pengolahan data identifikasinya masih menggunakan paket
aplikasi micosoft word, sehingga pekerjaan maupun hasil yang di harapkan belum
optimal.
Sesuai dengan realita yang ada pada saat
ini, yakni dengan keadaan di masyarakat semakin resah adanya kejahatan yang
ditimbulkan dari sang pelaku, maka sistem identifikasi yang dibutuhkan haruslah
lebih menakjubkan, dengan menerapkan sistem baru yang lebih cepat, tepat dan
akurat.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka
kami mencoba merancang sistem baru untuk pengolahan data identifikasi di Polres
Kerinci yang bertempat di kota Sungai
Penuh dengan menerapkan pemrograman Java, yang dituangkan dalam bentuk skripsi
yang berjudul ”Sistem Identifikasi
di Polres Kerinci Secara Komputerisasi Menggunakan Bahasa Pemrograman Java”.
1.2
Perumusan Masalah
Untuk lebih mempermudah dan memperlancar jalannya proses pengolahan data
di Polres Kerinci bertempat di Kota Sungai Penuh, maka penulis perlu membahas
hal-hal sebagai berikut :
1. Bagaimana peranan
komputer dalam proses pengolahan data identifikasi di Polres
Kerinci bertempat di Kota Sungai Penuh.
2. Bagaimana dampak-dampak
yang kemungkinan akan timbul dengan perubahan sistem identifikasi di Polres Kerinci.
3. Bagaimana pengaruh penerapan sistem baru dalam
proses pengolahan data identifikasi di
Polres Kerinci bertempat di Kota Sungai Penuh.
Dari perumusan masalah-masalah di
atas, kami mengharapkan dapat memberikan pedoman dan petunjuk dalam pembuatan sistem
baru yang di terapkan melalui skripsi di Polres Kerinci. Sehingga sistem ini
benar-benar berguna dan tidak menimbulkan masalah dengan menggantikan sistem identifikasi
di Polres Kerinci yang selama ini
dilakukan dengan cara belum begitu efektif.
1.3 Ruang Lingkup Penelitian
Agar
penulis terarah dan tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan, serta
dapat mencapai keinginan maupun target dari tujuan yang di harapkan, yakni
untuk dapat menghasilkan informasi yang bermutu dan memiliki tingkat keakuratan
yang tinggi, maka penulis kami menetapkan batasan penelitian dan pembahasan. Penulis
membatasi ruang lingkup pembahasan, yakni hanya terbatas pada sistem identifikasi
di Polres Kerinci yang bertempat di Kota Sungai Penuh.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian kami di Polres
Kerinci, yang berhubungan dengan Sistem Identifikasi di Polres Kerinci secara komputerisasi,
memiliki tujuan-tujuan yang hendak dicapai diantaranya sebagai berikut :
1.
Untuk menciptakan sistem identifikasi di Polres Kerinci
secara komputerisasi yang lebih baik dengan cepat, tepat dan akurat, baik dalam
bekerja maupun hasil yang di harapkan, guna untuk mengganti sistem
yang lama.
2.
Untuk mendukung reformasi biroksasi di tubuh Polri yang
menuntut profesionalisme dalam mengidentifikasi pelaku tendak kejahatan secara
cepat dan akurat.
3.
Untuk cara melaporkan ke atasan ataupun
mengidentifikasi pelaku tindak kejahatan
tidak membutuhkan waktu yang lama
dan juga mengurangi tingkat kesalahan.
1.4.2 Manfaat Penelitian
Manfaat yang didapat dari pembuatan sistem pengolahan data Identifikasi di Polres
Kerinci antara lain :
1. Untuk Mahasiswa, dari hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dan pedoman untuk menciptakan
sistem yang lebih baik dan lebih sempurna dimasa yang akan datang.
2. Untuk pihak Akademik, diharapkan
dapat menjadi pedoman yang handal dengan menggunakan fasilitas Akademik yang
lengkap bagi Mahasiswa yang akan melakukan penelitian skripsi.
3. Untuk Instansi Polres Kerinci, hasil dari penelitian
penulis kami diharapkan
dapat Membantu mempermudah pekerjaan
dalam melakukan Identifikasi tindak kejahatan di Polres Kerinci.
1.5
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian secara survei
dengan mengambil objek penelitian di Polres Kerinci. Alasan mengapa mengambil
pada objek ini adalah karena cara kerja menerima dan mengolah data identifikasi
di Polres Kerinci masih belum memakai bahasa pemrograman komputer.
Untuk mengatasi suatu permasalahan dan mencapai
target yang diinginkan, sehingga kita sangat memerlukan data yang objektif yang
dapat di pertanggung jawabkan keabsahannya.
Adapun
cara yang saya lakukan dan gunakan dalam pengambilan ataupun pengumpulan data
untuk mencapai tujuan adalah sebagai berikut :
Dengan
menggunakan penelitian langsung ke lapangan (Field Research), karena objek yang akan penulis teliti lasung saya
dapatkan dengan cara :
1.
Metode Lapangan (Field Reseach)
Metode
ini disebut dengan metode langsung, karena objek yang akan kami teliti,
Langsung kami dapatkan dari Polres Kerinci dengan cara :
a. Pengamatan
Dengan teknik ini kami mengamati dan
mencatat secara cermat dan teliti dalam keadaan yang sebenarnya, dengan cara
pengamatan secara langsung proses Pengolahan Data Identifikasi.
b. Wawancara (Inteview)
Pada teknik ini kami melakukan wawancara
langsung dengan pihak terkait, dengan memberikan beberapa pertanyaan sehubungan
dengan sistem Pengolahan Data Identifikasi.
2.
Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Kami mengumpulkan data secara otoritas
yang bersumberkan dari buku-buku perpustakaan yang ada di AMIK Depati Parbo,
dan juga buku-buku atau dokumen-dokumen yang ada di Polres Kerinci yang
berhubungan dengan dengan pembahasan skripsi
3. Penelitian Laboratorium (Laboratory Research)
Penelitian
yang dilakukan di Laboratorium Komputer untuk membuat hasil analisa dan menguji program yang
telah dibuat, untuk mengetahui dan mendapatkan hasil komputerisasi yang lebih
baik dan sempurna sesuai dengan tujuan penelitian, dan peneliti menggunakan
Laboratorium Amik Depati Parbo Kerinci dan juga peneliti menggunakan komputer
pribadi peneliti.
1.6
Sistematika Penulisan
Untuk
memberikan gambaran umum mengenai keseluruhan penulisan kami dalam laporan skripsi,
agar lebih meperjelaskan ruang lingkup pemasalahan, maka kami menulis bagian
utamanya bab-bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan di bahas mengenai tentang latar
belakang, perumusan masalah, ruang lingkup penelitian, tujuan dan manfaat
penelitian, metode penelitian dan sitematika penelitian di Polres Kerinci.
BAB II TINJAUAN UMUM
Dalam bab ini dibahas tentang sejarah ringkas
berdirinya Polres Kerinci serta cara kerja yang di gunakan.
BAB III LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penjelasan landasan teori yang
berisikan penjelasan singkat tentang komputer, pengertian sistem, karakteristik sistem, konsep dasar informasi, konsep dasar sistem informasi, bagan alir program, aliran sistem informasi, desain sistem, sekilas tentang java yang akan di terapkan di Polres
Kerinci.
BAB IV ANALISA DAN HASIL
Dalam bab ini menerangkan bagaimana cara
merancang program yang sesuai dengan permintaan di Polres Kerinci dan kendala
kendala apa yang muncul dalam proses perancangan dan pembuatan sistem,
perancangan input dan outputnya hasil
pegolahan data dan analisa sistem yang sedang berjalan.
BAB V PENUTUP
Pada bab ini dimuat kesimpulan-kesimpulan yang
didapatkan dan dirangkum didalam bab-bab terdahulu serta sebagai tempat
menerima saran dan kritikan dari para pembaca, sehingga semua dampak kekurangan
ataupun kesalahan dapat diperbaiki dan semoga bermanfaat bagi kita semua.
|
|
BAB II
TINJAUAN
UMUM
2.1 Sejarah Ringkas Polres Kerinci
Polres
Kerinci merupakan satu-satunya Markas Polisi Resor Kerinci yang terletak di
Jalan Depati Parbo Sungai Penuh, dan melihat dari segi butuhnya keamanan dan
kenyamanan masyarakat Kerinci dari kriminal ataupun kejahatan yang sering
terjadi, maka Pemerintah mendirikan adanya Markas Polisi Resor Kerinci yang
berlokasi di Jalan Depati Parbo Sungai Penuh, dikarenakan pada waktu itu sangat di butuhkan
keamanan masyarakat untuk melindungi dan mengayomi masyarakat setempat.
Tabel 2.1
Nama Dan Masa Kepemimpinan
Polres Kerinci
Tahun 1971 Sampai Sekarang
NO
|
PANGKAT
|
NAMA
|
PERIODE
|
1
|
Kompol
|
Drs. Mohd. Djamal
|
1971 – 1972
|
2
|
Kompol
|
Drs. Tombadi Langoe
|
1972 – 1975
|
3
|
Kompol
|
Drs. Zainal Zainun
|
1975 – 1979
|
4
|
Kompol
|
Drs. Sri Suhardjo
|
1979 – 1982
|
5
|
Kompol
|
Drs. Bahrie Dennis
|
1982 – 1983
|
6
|
Kompol
|
Drs. M. Lanin Admar
|
1983 – 1984
|
7
|
Kompol
|
Drs. Akbar Darwis
|
1984 – 1985
|
8
|
Kompol
|
Drs. Syarifudin Ali Amin
|
1985 – 1986
|
9
|
Kompol
|
Drs. Muilis Amir Hasan
|
1986 – 1987
|
10
|
Kompol
|
Drs. Yuridis Darwis
|
1987 – 1989
|
11
|
Kompol
|
Drs. Hasan Basri Sarofi
|
1989 – 1991
|
12
|
Kompol
|
Drs. Misran Wibowo
|
1991 – 1993
|
13
|
Kompol
|
Drs. K.Z. Tanjung
|
1993 – 1994
|
14
|
Kompol
|
Drs. H. m. Sjarofi Arsjad
|
1994 – 1997
|
15
|
Kompol
|
Drs. Sjahril Zainal
|
1997 – 1999
|
16
|
Kompol
|
Drs. Sumarsono
|
1999 – 2000
|
17
|
Kompol
|
Drs. Iwan Gumira
|
2000 – 2001
|
18
|
AKBP
|
Drs. Edipurwanto
|
2001 – 2002
|
19
|
AKBP
|
Drs. Dwi Hartono
|
2002 – 2004
|
20
|
AKBP
|
Drs. Agus Sunardi
|
2004 – 2005
|
21
|
AKBP
|
Drs. Anjan P.Putra, SH
|
2005 – 2006
|
22
|
AKBP
|
Drs. M.M Rachman
|
2006 – 2008
|
23
|
AKBP
|
Drs. Sunarwan Sumirat
|
2008 – 2009
|
24
|
AKBP
|
Mochammad Rosidi, S.IK
|
2009 – 2010
|
25
|
AKBP
|
Hastho Raharjo, S.IK, SH
|
2010
|
Sumber
: Polres Kerinci
Keterangan Pangkat :
Kompol (Komisaris Polisi)
AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi)
Pada
tahun 2007 Mapolres Kerinci direhap kembali secara keseluruhan dari bagunan Mapolres Kerinci untuk memperbesar bangunan yang lama menjadi
Mapolres yang lengkap.
2.2 Struktur Organisasi Identifikasi Polres Kerinci
Agar
suatu organisasi dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan tujuan yang
diharapkan, maka haruslah melaksanakan pekerjaan dengan seefektif dan seefisien
mungkin, dengan cara pembagian tugas sesuai dengan bidang atau keahlian
masing-masing. Dan untuk kejelasan dari bidang dan fungsi setiap bagian, maka
dituangkan dalam bentuk struktur organisasi, karena struktur organisasi
merupakan gambaran yang jelas dan terperinci tentang bagaimana hubungan antara
bagian dalam suatu organisasi dan fungsi setiap bagian.
Menurut Wolfram I. Ervianto ( 2003, hal :
21), organisasi adalah bersatunya kegiatan-kegiatan dari dua individu atau
lebih di bawah satu koordinasi, dan berfungsi mempertemukannya menjadi satu
tujuan. Semakin melibatkan banyak indiviu atau kelompok yang berbeda macam kegiatan
atau jenjang kewenangannya, bentuk organisasi akan menjadi semakin kompleks.
Menurut Wolfram I. Ervianto (2003, hal :
23 ), fungsi organisasi yang kompleks adalah mengubah sesuatu (dapat berupa material, informasi, ataupun
masyarakat) melalui suatu tatanan terkoordinasi yang maupun memberikan nilai
tambah sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisasi mencapai tujuannya
dengan baik.
Adapun struktur oraganisasi identifikasi Polres Kerinci sebagai berikut :
STRUKTUR ORGANISASI IDENTIFIKASI POLRES KERINCI

Gambar :
2.1
Struktur Organisasi Sat Reskrim Pusat Identifikasi
Sumber : Polres Kerinci (Kep Kapolri Nomor:KEP/366/VI/2010 Tgl:14-6-2010).
2.3 Tugas dan Wewenang Dari Setiap Anggota /
Staf di Identifikasi
Deskripsi
tugas menujukkan posisi dan tanggung jawab, wewenang, fungsi dan tugas seorang
personil dalam suatu organisasi. Deskripsi
tugas perlu dibuat agar masing-masing bagian mengerti dan mengetahui kedudukan
dalam Instansi.
Berdasarkan
struktur organisasi di atas, masing-masing mempunyai tugas tersendiri.
Adapun tugas dan wewenang dari masing-masing bagian adalah berikut:
1. Kapolres
Kapolres
mempunyai tugas untuk memimpin, pengambilan keputusan yang diajukan oleh
bawahan, menyusun kebijakan pelaksanaan pada bawahan, tanggung jawab terhadap
resiko serta kejadian yang timbul baik menyangkut lingkungan Polres Kerinci maupun
sekitar Masyarakat.
2. Kasat Reskrim
Melanjutkan Perintah dari Kapolres dan langsung
memberi tugas anggotanya dari satuan fungsi Reskrim.
3. Kaur
Identifikasi
Kepala unit Identifikasi berfungsi sebagai
Komandan dari Satuan Identifikasi dan mengumpulkan identitas tahanan untuk di
buat laporan melalui anggota dan staf Identifikasi.
4. Baur Daktiloskopi
Baur
Daktiloskopi berfungsi dalam bagian Dakti Topol yaitu tim Daktiloskopi Foto
Polisi sebagai Bagian Urusan pengambilan Sidik Jari yang terdat pada Tempat
Kejadian Pertama (TKP)
5. Baur Topol Baur Topol berfungsi dalam bagian Dakti Topol yaitu tim
Daktiloskopi Foto Polisi sebagai pengambilan dokumen fotografi di Tempat Kejadian Pertama (TKP)
6.
Baur Olah TKP Unit I dan Unit II
Baur Olah TKP Unit I dan Unit
II berfungsi sebagai tim olah TKP untuk mengamankan barang-barang bukti di tempat kejadian pertama untuk di laporkan
ke pimpinan.
7. Staf
Identifikasi
Staf identifikasi berfungsi pada bagian administrasi identifikasi dan pelayanan identifikasi ke
masyarakat.
|
|
BAB III
LANDASAN
TEORI
3.1. Konsep Dasar Sistem
3.1.1. Pengertian Sistem
“Suatu sistem adalah sekelompok unsur yang
erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk
mencapai tujuan tertentu” (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, 2004). “Identifikasi adalah tanda kenal diri, bukti
diri, penentuan, atau penetapan identitas seseorang, benda danseterusny” (Harimurti
Kridalaksana, 1995).
Pengolahan
data artinya memanipulasi data agar menjadi bentuk yang lebih berguna. Hal-hal
yang berhubungan dengan data dan pengolahan data merupakan satu kesatuan yang
saling berhubungan dan bekerja sama, yang antara lain terdiri dari peralatan,
tenaga pelaksana, prosedur dan data, sehingga pengolahan ini merupakan suatu
sistem pengolahan data.
Pengolahan
data tidak hanya melibatkan perhitungan numeris tetapi juga operasi-operasi
seperti klasifikasi data dan perpindahan data dari suatu tempat ketempat lain.
Secara umum kita mengasumsikan bahwa operasi-operasi tersebut dilaksanakan oleh
beberapa mesin atau komputer meskipun beberapa diantaranya dapat juga dilakukan
secara manual.
|
|
Dengan demikian definisi ini
akan mempunyai peranan yang penting didalam pendekatan untuk mempelajari suatu
sistem. Pendekatan sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen
atau subsistem-subsistem. Komponen-komponen dalam suatu sistem tidak dapat
berdiri sendiri, komponen tersebut saling berinteraksi dan saling berhubungan
membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat
tercapai.
3.1.2. Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai
karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu (Tata Sutabri, S.Kom.,MM,
2004). ,yaitu mempunyai komponen-komponen (components),
batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environtments),
penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output),
pengolah (process) dan sasaran (Objectives) atau tujuan (goal).
a. Komponen Sistem (Components).
Suatu
sistem terdiri dari sejumlah komponen
yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu
kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau
bagian-bagian dari sistem.
Setiap
subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi
tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
b. Batas Sistem (Boundary).
Batas sistem merupakan daerah
yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan
lingkungan luarnya. Batas sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem
tersebut.
c. Lingkungan Luar Sistem (Environtment).
Lingkungan luar dari suatu
sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat
merugikan sistem tersebut.
d.
Penghubung
Sistem (Interface).
Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem
dengan subsistem yang lainnya, melalui penghubung ini memungkinkan
sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang
lainnya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem
yang lainnya membentuk satu kesatuan.
e. Masukan Sistem (Input).
Masukan adalah energi yang
dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance
input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input
adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal
input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
f. Keluaran Sistem (Output).
Adalah hasil dari energi yang
diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain. Misalnya untuk
sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna
merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang
dibutuhkan.
g. Pengolah Sistem (Process).
Suatu sistem dapat mempunyai
suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
h. Sasaran Sistem (Objective).
Suatu sistem pasti mempunyai
tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak
mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Suatu sistem
dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
KARAKTERISTIK SUATU SISTEM
Interface![]() |
boundary
Boundary
Lingkungan luar
Gambar 3.2 Karakteristik Suatu Sistem
Sumber : Tata Sutabri, S.Kom.,MM, / 2004
3.1.3. Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan
dari beberapa sudut pandangan. (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, 2004), sistem diklasifikasikan, diantaranya
adalah sebagai berikut :
a. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem
abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system).
Sistem abstrak adalah sistem
yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya
sistem teologia. Sedangkan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik. Misalnya
sistem komputer, sistem akuntansi dan lain sebagainya.
b. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem
alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made
system).
Sistem alamiah adalah sistem
yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia, misalnya sistem
perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh
manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan
mesin. Sistem informasi akuntansi merupakan contoh dari sistem buatan manusia,
karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
c. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem
tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic
system).
Sistem tertentu beroperasi
dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi antara
bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem
dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya
tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
d. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem
tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system).
Sistem tertutup merupakan
sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak
diluarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan
lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk
lingkungan luar.
3.2 Komputer
Pengertian Komputer
Istilah komputer berasal dari
bahasa latin yaitu Computare (Compute atau Rakon) yang
artinya menghitung sedangkan pengertian umum yang dipakai yaitu merupakan alat
elektronik yang dapat menerima input data dan mengolahnya serta memberikan
informasi dengan menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer (stored
program) serta dapat menyimpan program beserta hasil pengolahan dan bekerja
secara otomatis.
“Komputerisasi
sistem adalah bahwa unjuk kerja manisia di dalam system masih merupakan unsure
yang memegang peran penting (50%), sebaliknya unjuk kerja tersebut dikerjakan
oleh mesin/computer (50%)” (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, 2004).
“Sistem
komputerisasi adalah unjuk kerja manusia hanya 10%, sehingga manusia hanya
berfungsi sebagai supervisor dan selebihnya unjuj kerja tersebut dikerjakan oleh
mesin/computer (90%)” (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, 2004).
Berikut beberapa definisi
komputer menurut beberapa ahli komputer :
1. Menurut Robert H. Blissmer “Komputer adalah
suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas : menerima input, memproses input tadi
sesuai dengan programnya, menyimpan perintah-perintah dan hasil dari
pengolahan, menyediakan output dalam benruk informasi” (Sutarma,
S.Kom.,M.Kom, 2009).
2. Menurut Gordon B. Davis “Komputer
adalah tipe khusus alat penghitung yang mempunyai sifat tertentu yang pasti”
(Sutarma, S.Kom.,M.Kom, 2009).
3. Menurut Donald H. Sanders “Komputer adalah
sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang
dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input,
memprosesnya, dan menghasilkan output di bawah pengawasan suatu langkah-langkah
instruksi-instruksi program tersimpan di memori” (Sutarma,
S.Kom.,M.Kom, 2009).
4. Menurut V.C Hamazer. Z.C. Vanesic. S.G. Zaky
“komputer adalah mesin penghitung
elektronik yang cepat dapat menerima informasi input digital. Memprosesnya
sesuai dengan suatu program yang tersimpan di memorynya dan menghasilkan output
informasi”. (Sutarma,
S.Kom.,M.Kom, 2009).
Dari pengertian tersebut dapat
di ambil kesimpulan bahwa komputer itu adalah :
1. Alat elektronik
2. Dapat menerima input data
3. Dapat mengolah data
4. Dapat memberikan informasi
5. Menggunakan suatu program yang tersimpan
di memori komputer
6. Dapat menyimpan program beserta hasil
pengolahannya
7. Bekerja secara otomatis
3.3.
Konsep Dasar Informasi
3.3.1. Pengertian Informasi
“Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan
dengan cara tertentu sehimgga mereka mempunyai arti bagi si penerima”
(Sutarma, S.Kom.,M.Kom, 2009).
“Informasi adalah data yang telah
diklasifikasikan atau diolah atau diinterprestasikan untuk digunakan dalam
proses pengambilan keputusan” (Tata Sutabri, S.Kom.,MM, 2004).
Dari beberapa definisi informasi dari beberapa
pengarang, dapat diambil kesimpulan bahwa informasi adalah data yang diolah
menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimannya dan
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata yang digunakan untuk
pengambilan keputusan. Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan
yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata yang terjadi pada
saat tertentu. Data belum memiliki nilai sedangkan informasi sudah memiliki
nilai. Informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih besar dibandingkan
biaya untuk mendapatkannya.
3.3.2. Kualitas Informasi
Kualitas informasi tergantung
dari 3 hal yang sangat dominan, yaitu : akurat, tepat waktu, relevan.
1. Akurat (accurate)
Informasi harus bebas dari
kesalahan, tidak bias ataupun menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi
itu harus dapat dengan jelas.
2. Tepat waktu (timelines)
Informasi yang datang pada
penerima tidak boleh terlambat, di dalam pengambilan keputusan, informasi yang
sudah usang tidak lagi bernilai. Bila informasi datang terlambat sehingga
pengambilan keputusan terlambat dilakukan, hal itu dapat berakibat fatal bagi
perusahaan.
3. Relevan (relevance)
Informasi yang disampaikan
harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan dibahas dengan informasi
tersebut. Informasi harus bermanfaat bagi pemakainya. Di samping karakteristik,
nilai informasi juga ikut menentukan kualitasnya. Nilai informasi ditentukan
oleh dua hal yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya.
3.4. Konsep Dasar Sistem Informasi
Untuk menghasilkan informasi
yang berkualitas maka dibuatlah sistem informasi.
Robert A. Laitch dan K. Roscoe
Bavis mengemukakan “Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian mendukung
operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan” (Kusrini,
M.Kom, 2007).
Definisi umum sistem informasi
adalah : “ Sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian subsistem informasi
terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam
pengambilan keputusan. Selain melakukan pengolahan transaksi yang sangat
berguna untuk kepentingan organisasi,
sistem informasi juga banyak memberikan dukungan informasi dan
pengolahan untuk fungsi manajemen dalam pengambilan keputusan”.
3.4.1. Siklus Hidup Pengembangan Sistem Informasi
Siklus hidup sistem masih
digunakan untuk membangun suatu sistem yang rumit dan besar serta yang
memerlukan ketepatan dan analisis
permintaan yang resmi, spesifikasi definisi awal dan pengawasan yang
ketat lewat proses pembangunan sistem.
Menurut Raymond Mc Leod, Jr “Siklus
hidup sistem adalah proses perubahan yang diikuti dengan penerapan sistem
adalah proses perubahan yang diikuti dengan penerapan sistem atau sub-sistem
informasi berbasis komputer” (Chr. Jimmy L. Goal, 2008).
Siklus hidup ini terdiri serangkaian
tugas yang mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem. Manajemen siklus hidup
dikelola/diatur oleh manajer unit pelayanan informasi, dibantu manajer analisis
sistem, manajer pemrograman, dan manajer operasional.
Pendekatan siklus hidup
pengembangan sistem meliputi lima tahap sebagaimana penjelasan berikut ini :
1. Kemungkinan dan perencanaan (feasibility
and planning).
2. Analisis sistem (sysytem analysis).
3. Rancangan sistem (System design).
4. Penerapan (Implementation).
5. Penggunaan, pemeliharaan, peninjauan (using/maintenence
evaluation).
3.4.2. Komponen dan Tipe Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari
komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block),
yang terdiri dari blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok
basis data dan blok kendali. Sebagai suatu sistem keenam blok tersebut saling
berinteraksi satu dengan yang lain membentuk satu kesatuan untuk mencapai
sasaran.
a. Blok Masukan (Input Block)
Input mewakili data yang masuk
kedalam sistem informasi. Yang dimaksud dengan input di sini termasuk metode
dan media untuk menangkap data yang akan
dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
b. Blok Model (Model Block)
Blok ini terdiri dari
kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data
input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu
untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c. Blok Keluaran (Output Block)
Produk dari sistem informasi
adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang
berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
d. Blok Teknologi (Technologi Block)
Teknologi merupakan tool
box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input,
menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan
keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
e. Blok Basis data (Database Block)
Basis data (Database)
merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang
lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan perangkat lunak digunakan
untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data perlu
diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas.
f. Blok Kendali (Control Block)
Pengendalian pada sistem yang
gagal perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat
merusak sistem dicegah dan bila terlanjur terjadi maka kesalahan-kesalahan
dapat dengan cepat diatasi.
3.4.3. Pengolahan Data
“Data adalah deskripsi
tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang tidak mempunyai makna
atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai” (Abdul Kadir, 2004).
“Data adalah kumpulan
kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan. Data dapat berupa angka-angka,
huruf-huruf atau simbol-simbol khusus atau gabungan dirinya” (Jogiyanto. HM,
2002).
“Data adalah fakta
dari suatu pertayaan yang bersal dari keyataa, dimana peryataan tersebut
merupakan hasil pengukuran atau pengamatan” (Sutarma, S.Kom.,M.Kom, 2009).
“Pengolahan data adalah prose
perhitungan/transformasi data input menjadi informasi yang mudah dimengerti
ataupun sesuai dengan yang diinginkan.” (S.Kom.,M.Kom,
2009).
“Pengolahan data adalah
waktu yang digunakan untuk menggambarkan perubahan bentuk data menjadi
informasi yang memiliki kegunaan” (Andri Kristianto, 2004). Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data
antara lain : input data, transformasi data dan output data.
1. Input data meliputi :
- Mencatat
transaksi data ke sebuah pengolahan data medium
- Melakukan
pengkodean transaksi data ke dalam bentuk lain
- Menyimpan
data atau informasi untuk pengambilan keputusan.
2. Transformasi data meliputi :
- Calculating, adalah operasi aritmatika terhadap
data field yang dimasukkan.
- Summarizing, adalah proses akumulasi beberapa
data
- Classifying,
adalah data
group-group tertentu :
1) Categorizing atau mengkategorikan data ke dalam suatu group
berdasarkan karakteristik tertentu.
2) Sorting data kedalam bentuk yang berurutan.
3) Merging atau menggabungkan dua atau lebih kumpulan data
berdasarkan kriteria tertentu.
4) Matching data berdasarkan keinginan pengguna terhadap group
data.
3. Output data
- Displaying
result
Menampilkan informasi yang dibutuhkan
pemakai melalui monitor atau cetakan.
- Reproducing
Penyimpanan data yang digunakan untuk
pemakai lain yang membutuhkan.
- Telecommunicating
Penyimpanan data secara elektronik melaui
saluran komunikasi.
3.4.4. Siklus Pengolahan Data
Suatu proses pengolahan data
terdiri dari 3 tahapan dasar, yang disebut dengan siklus pengolahan data (data
processing cyle), yaitu input, processing dan output.
Gambar 3.3 Siklus Pengolahan Data
Sumber : Sutarma,
S.Kom.,M.Kom, / 2009.
Tiga tahapan dasar dari siklus pengolahan
data tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut. Siklus pengolahan data yang
dikembangkan (expanded data processing cycle) dapat ditambahkan tiga
atau lebih tahapan lagi, yaitu origination, storage, dan distribution.

Gambar 3.4 Siklus Pengolahan Data yang dikembangkan
Sumber : Sutarma,
S.Kom.,M.Kom, / 2009.
Dari gambar siklus pengolahan data yang
dikembangkan diatas, maka dapat diuraikan sebagai berikut :
1.
Origination
Tahap ini berhubungan dengan
proses dari pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording)
data ke dokumen dasar.
2. Input
Tahap ini merupakan proses
memasukkan data ke dalam proses komputer lewat alat input (input device).
3. Processing
Tahap ini merupakan proses pengolahan
dari data yang sudah dimasukkan yang dilakukan oleh alat pemroses (processing
device), yang dapat berupa proses menghitung, membandingkan,
mengklasifikasikan, mengurutkan, mengendalikan atau mencari di storage.
4. Output
Tahap ini merupakan proses
menghasilkan output dari hasil pengolahan data ke alat output (output device),
yaitu berupa informasi.
5. Distribution
Tahap ini merupakan proses
dari distribusi output kepada pihak yang berhak dan membutuhkan informasi
6. Storage
Tahap ini merupakan proses
perekaman pengolahan ke simpanan luar (storage). Hasil dari pengolahan
yang disimpan di storage dapat dipergunakan sebagai bahan input
untuk bahan selanjutnya. Pada gambar,
tampak adanya 2 buah tanda panah yang berlawanan arah, menunjukkan hasil
pengolahan dapat disimpan di storage dan dapat diambil kembali untuk proses
pengolahan data selanjutnya.
3.5. Bagan Alir Program
Bagan alir program (program
flow chart) merupakan
bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah proses program, dibuat dari
bagan alir sistem “Flow chart adalah suatu diagram alir yang mempergunakan symbol atau tanda untuk
meyelesaikan suatu masalah” .(Sariadin
Siallagan, 2009). Dalam hal ini, penjelasan masalah meggunakan simbol-simbol
yang telah disepakati. Perhatikan gambar berikut:
Terminal menyatakan awal atau akhir dari
suatau algoritma.
|
||||
Simbol yang digunakan
untuk mewakili suatu proses.
|
||||
Simbol yang digunakan
untuk mewakili data input atau output
|
||||
![]() |
Persiapan yang digunakan untuk member nilai
awal suatu besaran.
|
|||
![]() |
Simbol yang digunakan
untuk menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditunjukkan di tempat lain.
|
|||
![]() |
Terminasi yang
mewakili simbol tertentu untuk digunakan pada aliran antara lain pada halaman
yang sama.
|
|||
Terminasi yang
menandakan awal dan akhir dari suatu aliran.
|
||||
![]() |
Pengambilan keputusan.
|
|||
Simbol yang digunakan
untuk penghubung pada halaman yang lain.
|
||||
![]() |
Menunjukkan arah
aliran data.
|
|||
Gambar 3.5 Simbol Bagan Alir Program
Sumber : Sutarma, S.Kom.,M.Kom, / 2009.
3.6. Aliran Sistem Informasi (ASI)
Aliran Sistem Informasi (ASI) merupakan siklus peredaran data yang akan
diolah menjadi bentuk yang lebih berguna.Beberapa simbol Aliran Sistem
Informasi (ASI) adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2 Bagan Aliran Sistem Informasi
No
|
SIMBOL
|
NAMA
|
KEGUNAAN
|
1
|
Dokumen
|
Menunjukkan dokumen input, output untuk proses manual
maupun proses computer
|
|
2
|
Kegiatan Manual
|
Menunjukkan pekerjaan manual
|
|
3
|
Proses
|
Menunjukkan proses dari operasi
program Computer
|
|
4
|
HardDisk
|
Menunjukkan input dan output
menggunakanHardDisk (Komputer)
|
|
5
|
Penghubung
|
Menunjukkan penghubung ke
halaman yang sama dan halaman yang lain
|
|
6
|
Garis Aliran
|
Menunjukkan arus dari proses
|
|
7
|
Kartu Plong
|
Menunjukkan input dan output menggunakan kartu
plong
|
|
8
|
Simpanan Offline
|
File non komputer yang diarsip urut huruf (alphabetical)
|
|
9
|
Operasi Luar
|
Menunjukan operasi yang
dilakukan diluar proses operasi komputer
|
|
10
|
Keyboard
|
Menunjukkan input yang menggunakan on-line keyboard
|
|
11
|
Pengurutan
|
Menunjukkan penggurutan data
diluar proses komputer
|
|
12
|
Pita magnetik
|
Menunjukkan input
dan output yang menggunakan
pita magnetik
|
|
13
|
Disket
|
Menunjukkan input dan output yang menggunakan disket
|
|
14
|
Pita kertas
|
Menunjukkan input dan output yang menggunakan pita
kertas berlubang
|
|
15
|
Drum magnetik
|
Menunjukkan input dan output yang menggunakan drum
magnetic
|
|
16
|
![]() |
Simpanan Offline
|
File non computer yang diarsip urut tanggal
|
17
|
![]() |
Simpanan Offline
|
File non computer yang diarsip urut tangka
|
Sumber : Jogiyanto HM, (2001, hal:796)
3.7. Desain Sistem
Arti Desain Sistem
Pengertian desain sistem menurut para
ahli adalah sebagai berikut :
a.
Menurut Robert J. Varlezo/Jhon reuter 111 “Yaitu pendefenisian dari kebutuhan-kebutuhan
fungsional dan persiapan untuk merancang”.
b.
Menurut Jhon Burch dan Gary Grudnitski “Desain sistem dapat didefinisikan sebagai
penggambaran, perancangan dan pembuatan kedalam satu kesatuan yang utuh dan
berfungsi ”.
c.
Menurut George M. Scott “ Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa
yang mesti diselesaikan, tahap ini menyagkut mengkonfirmasi dari
komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem
sehingga setelah di instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang
bangun yang telah diterapkan pada akhir tahap analisis sistem”.
Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli
dapat kita ambil kesimpulan bahwa desain sistem adalah sebagai berikut :
a.
Tahap analisis dari siklus pengembangan sistem.
b.
Pendefenisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsioanal.
c.
Persiapan untuk perancangan implementasi.
d.
Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.
e.
Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan
pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam
satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
f.
Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari
komponen-komponen lunak dan perangkat keras dari suatu sistem.
3.8 Sekilas Tentang Java
3.8.1 Sejarah Perkembangan Java
Java
merupakan bahasa yang berorientasi objek yang telah diciptakan oleh James Goslin dan beberapa insinyur lainnya di
Sun Microsistem Java dikembangkan pertama kali pada tahun 1991 sebagai bagian dari Green project. Untuk mengedit
kode program java, kita bisa melakukan pengetikan kode java menggunakan
editplus sebagai editor dalam menjalankan program java. Instalasi Editplus
dimulai menjalakan file Editplus210c.exe Sebagai file sumber Editplus.

Gambar 3.6 file Editplus _210. c
1. Clik Button
Setup, selanjutnya komputer akan melakukan proses Extract file-file yang dibutuhkan untuk proses instalasi .
Gambar 3.7 Editplus Setup
2. Seperti
kebanyakan program yang akan di instal suatu sistem komputer Editplus akan
menampilkan license agrement yang harus di setujui oleh pengguna
Gambar 3.8 License Agreement
3. Langkah
selanjutnya adalah menentukan lokasi directory maka kita ingin Editplus
diletakan, baru kemudian proses instalasi sampai selesai.

Gambar 3.9 Pilihan directory tempat
penginstalan Editplus
a. Beberapa
komponen yang dimiliki oleh program java aplikasi antara lain. Commad
(Keterangan )
Command tidak mempengaruhi program dan bukan merupakan bagian dari
program yang di kompilasi, keterangan ini berfungsi membuat program menjadi
mudah dimengerti .
b.
Deklarasi kelas
Program java terdiri atas objek–objek dari berbagai jenis kelas, yang
berinteraksi satu dengan yang lainnya, sebelum mendefenifisikan kelas kita
perlu melihat beberapa kararteristik umum dari kelas.
c. Fungsi
Main
Setiap program java aplikasi fungsi main merupakan titik awal dimana
eksekusi dimulai, setiap pernyataan didalam main akan dieksekusi suatu persatu
secara berurut sampai dengan akhir fungsi dicapai, yang dimulai dengan public,
static, void.
d. Kata kunci ( Reserved word)
Reserved word merupakan identifier yang memiliki arti khusus dalam bahasa pemograman dan hanya
dapat digunakan dengan cara–cara tertentu.
a. Berorientic
Sederhana java merupakan bahasa pemograman berorientasikan objek yang
sederhana dibandingkan dengan bahasa populer lainnya seperti C++, java tidak
lagi menggunakan pewarisan jamak yang relatif
komplek dan menggantikannya dengan struktur yang sederhana yaitu
interfase, selain itu java juga menggunakan alokasi memori secara otomatis.
b. Objek
Java berfokus pada objek yaitu melakukan manipulasi terhadap objek dan
membuat objek–objek bekerja secara bersama–sama. objek merupakan suatu benda
yang diraba atau pun tidak sesuatu yang tidak atau yang dapat dibayangkan.
c. Terdistribusi
Java dirancang untuk pembuatan terdistribusi yang memanfaatkan jaringan
komputer yang lebih baik mudah untuk di
wujudkan.
d. Portable ( Platform independent)
Java memiliki karakteristik platform
independent seperti windows, machitos,
linix, dan unik dengan ketergantungan
dengan perangkat keras dan system operasi yang digunakan sudah tidak ada lagi.
e. Multihitread
Java memiliki kemampuaan untuk menjalan beberapa bagian program.
3.8.2 Microssoft Access
Access merupakan software Database management system (DBMS) access mempunyai kemampuan untuk
menyimpan data menampilkan kembali informasi.
DBMS (Database
management system) adalah perangkat lunak yang dirancang untuk
membantu dalamhal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar
dan untuk memudahkan pekerjaan pengolahandata. Basis data (database) adalah kumpulan data yang dapat digambarakan sebagai
aktifitas dari suatu atau lebih organisasi yang berrelasi. Entity adalah konsep informasi yang direkam, biasanya meliputi
orang, kejadian ataupun tempat.
Perancang
database terdiri dari beberapa tabel yang saling berelasi. Dalam perancang
database bertujuan untuk menghindari terjadinya redudansi data, dalam proses
normalisasi adalah suatu proses dimana elemen-elemen data dikelompokan menjadi
table-tabel dimana table tersebut terdapat entity
dan telasi antar entity tersebut.
Untuk
mengawali bekerja bekerja dengan microsoft access yang harus dilakukan pertama
kali adalah membuat database microsoft access yang baru, langkah-langkah nya
adalah sebagai berikut:
Untuk membuat
sebuah sebuah database yang baru, klik blank database pada bagian new, sehingga muncul kotak dialog berikut:
Gambar 3.10 Menu pada Microsoft Access
Gambar 3.11 Menu File pada Microsoft
Access
Dalam kotak dialog ini anda bisa
menyimpan nama file database yang
akan dibuat.
Gambar 3.12 Kotak Dialog Penyimpanan Database
3. Setelah
mempunyai sebuah database Microsoft Access, pada Microsoft Access akan muncul
sebuah menu database seperti terlihat
pada gambar berikut ini:

Gambar 3.13 Objek-Objek Dalam Database
Dalam setiap database Microsoft Access yang ada, kita
diberi kebebasan membuat atau mendefenisikan objek-objek baru, objek-objek Database Access tersebut antara lain:
1) Tabel
Tabel merupakan
objek yang mendefenisikan struktur data yang digunakan, juga data yang disimpan. Selain berisi table yang kita
defenisikan sendiri, ada juga table–table sistem lain yang digunakan oleh
Microsoft Access. Oleh karena access menerapkan Relationship Database management yang fungsi mendefenisikan
antar table.
2) Query
Berisi semua
defenisi “pertanyaan” yang dapat kita buat untuk mengambil data dari table dengan kondisi tertentu sehingga
menjadi informasi yang kita inginkan.
3) Form
Form berisi
kumpulan format tampilan yang paling mudah pemakai untuk berinteraksi dengan
data yang tersimpan.
4) Report
Merupakan sebuah
objek yang menyimpan “tampilan” informasi yang siap untuk dicetak, biasanya merupakan tampilan yang
mempresentasikan objek query.
5) Pages
Ini merupakan
objek baru yang dimulai ada pada microsoft access 2000, yang berisi
halaman–halaman HTML yang siap
digunakan di internet.
6) Macro
Berisi
objek-objek yang mendefenisikan kode program kecil untuk membantu otomatisasi
pada form atau report.
7) Modulase
Berisikan
kumpulan fungsi dan procedure
yang ditulis dengan VBA, dari semua
objek yang tersedia proses pembuatan harus dimulai dengan sebuah defenisi
tabel-tabel yang akan digunakan dan juga relasinya .








Trimakasih sebesar-besar nya kepada Yth :
BalasHapusBapak Hendry Anhar, S.kom., M.Sc
berkat beliau lah saya BISA Java......!